70 Persen Masyarakat Telah Terdaftar BPJS

BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com—Kesadaran masyrakat terhadap kesehatan menunjukkan trend meningkat. Hal itu dibuktikan dengan telah terdaftar sekitar 70 persen masyarakat Kota Padangpanjang pada Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) terhitung hingga akhir Oktober 2014 kemarin.

Kepala BPJS Padangpanjang, Hendra menyebutkan persentase peserta BPJS kota berjuluk Serambi Mekkah tersebut berdasarkan data jumlah penduduk sebanyak 50.630 jiwa. Yakni 34.029 jiwa telah terdaftar dan 16.601 jiwa belum terdaftar. Sementara dari total peserta BPJS saat ini, diantaranya 4.328 peserta Penerima Bantuan Ibah (PBI), TNI/PNS 13.059dan 1.455 lainnya dari pegawai swasta.

“Khusus untuk peserta PBI yang dibiayai APBD, 3 ribu orang diantaranya telah diberikan kartu BPJS dan 1.328 orang lainnya masih menunggu Surat Keputusan Walikota (SK Wako). Jika menjelang akhir tahun ini SK diterbitkan Walikota, penggunaannya akan efektif diperkirakan Januari tahun depan,” tutur Hendra.

Dari 34 ribu peserta BPJS saat ini, Indra mengungkapkan tingkat premi layanan perawatan untuk kelas 1 dan 2 hampir berimbang. Sementara layanan kesehatan untuk kelas 3 dengan premi Rp25.500 per bulan untuk setiap orangnya telah tercatat sekitar 15 ribu orang. “Kelas tidak membedakan pelayanan kesehatan terhadap peserta. Namun tingkatan yang berdasarkan nilai premi tersebut, hanya akan membedakan dari sarana prasarana layanan,” terangnya.

Berkaitan dengan terjadinya perubahan aturan BPJS terhitung 1 November lalu, menimbulkan kebingungan di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, setiap masyarakat yang ingin mendaftar diri sebagai peserta BPJS harus mengikutsertakan seluruh anggota keluarga sesuai dengan jumlah yang tercatat pada Kartu Keluarga (KK).

“Bagi masyarakat yang dari keluarga mampu, tentu tidak akan berfikir panjang dan mungkin telah mengasuransikan perawatan kesehatan keluarga mereka. Namun bagai mana dengan keluarga yang hanya berekonomi cukup, untuk mengasuransikan seluruh anggota keluarga tentu sangat berat,” tutur Isfrizal yang urung mendaftarkan orangtuanya ke BPJS.

Sementara Kepala BPJS Padangpanjang menyikapi hal itu, membenarkan sistem aturan baru yang diberlakukan. Yakni selain harus mendaftarkan sesuai dengan daftar anggota keluarga pada KK, juga mengharuskan penggunaan e-KTP. Kemudian pada sistem baru sekarang, pemanfaatan kartu BPJS pada layanan perawatan terhitung setelah 7 hari dari penerbitan.

“Namun khusus bagi orangtua, dapat menggunakan KK anak atau menantunya yang telah terdaftar pada BPJS. Pihak kami nantinya akan mencocokan nama yang bersangkutan dengan daftar nama orangtua di KK anak atau menantunya. Syarat lainnya masih tetap, yakni calon peserta haru memiliki rekening bank yang telah bekerja sama dengan BPJS seperti BRI, BNI dan Mandiri,” pungkas Hendra. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*