Padang-today.com – Letjen TNI Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dirjen Infrastruktur Menko Maritim, Dirjen Manajemen Pekerjaan Umum (PU) dan Dirjen Laut Kementerian Kelautan Republik Indonesia dalam waktu dekat akan melihat langsung perkembangan penangan Covid-19 di Sumbar.

“Selain itu Kepala BNPB meninjau kondisi pembangunan di Kepuluan Mentawai, Kota Padang,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit ketika menyampaikan hasil pertemuan di Kemenko Maritim Jakarta beberapa waktu lalu, dalam siaran pers diterima media.

Sementara itu lanjut Nasrul Abit, Dirjen Infrastruktur Kemenko Maritim, Dirjen Manjemen Kementerian PU dan Dirjen Laut Kementerian Kelautan akan fokus pada pembangunan tiga pelabuhan.

“Kedatangan rombongan tersebut diperkirakan pada minggu ketiga bulan Juli ini, nanti kita dari provinsi akan mendampingi,”jelas dia.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, merupakan tindak lanjut dari perencanaan pembangunan yang telah digagasan sebelumnya, namun karena kondisi pandemi covid 19 ada pengurangan dana dari kegiatan ke PU-RI 40 persen.

“Kita bersyukur keinginan untuk melanjutkan pembangunan Teluk Labuahan Bajau Mentawai, Teluk Tapang Pasaman Barat dan pelabuhan Marina Padang tetap jadi perhatian pemerintah pusat. Dan ini rencana akan dilihat langsung oleh Kepala Doni Monardo dan beberapa Dirjen bagaimana  kondisi terakhir, apa-apa yang mesti ditindak lanjuti lebih dahulu secara bertahap,” ungkap dia.

Namun Nasrul Abit katakan memang ada kemungkinan pengurangan anggaran pada 2020 sekitar 40 persen. Tetapi anggaran tersisa 60 persen masih sangat memadai untuk melanjutkan proses pembangunan. “Nanti untuk kepastian soal anggapan yang bisa diserap pada 2020, tim dari Kemenko Maritim dan Investasi akan mengunjungi Sumbar. Melihat langsung kondisi di lapangan,” katanya.

Sementara untuk kelanjutan pembangunan jalan di Mentawai pada 2021-2022, Nasrul Abit mengatakan memang masih ada kendala yaitu pada beberapa titik dokumen amdal masih dalam proses. Ada pula dokumen pinjam pakai yang sedang dibuat dengan BKSDA guna dapat izin Kementerian Kehutanan.

“Semua surat-suratnya sedang berproses. Namun untuk pembangunan 2020, semua sudah aman,” katanya.

Nasrul Abit juga sampaikan target tahun 2023 Pelabuhan Teluk Labuhan Bajau, Pelabuhan Teluk Tapang dan Pelabuhan Marina semoga dapat beroperasional guna memajukan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat nantinya.

“Tentunya hasil-hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan potensi ekonomi lainnya di Kepulauan Mentawai dapat angkut melalui Pelabuhan Labuhan Bajau untuk dikirim ke daerah lain. Begitu juga potensi pekerkebunan sawit daerah Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Pasaman hingga Sumatera Utara juga dapat memanfaatkan pelabuhan Teluk Tapang untuk ekspor ke negara tetangga lewat transporasi laut,” harapnya. (*rel/dpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas