Abdul Hamid Diambil Sumpah Dan Dilantik Sebagai Kepala Desa Cubadak Periode 2015-2021

Pelantikan Abdul Hamid sebagai kepala Desa Cubadak.

Pelantikan Abdul Hamid sebagai kepala Desa Cubadak.

Advertisements

Pariaman, PADANGTODAY.com-Abdul Hamid Diambil Sumpah dan Dilantik Sebagai Kepala Desa Cubadak Air Periode 2015-2021. Sebagai kepala desa terpilih pada pemilihan kepala desa (Pilkades) Cubadak Air periode 2015-2021, Abdul Hamid diambil sumpahnya dan dilantik sebagai Kepala Desa Cubadak Air oleh Camat Paraiaman Utara, Yakirman, Pada sidang Paripurna Istimewa BPD Desa Cubadak Air, Senin 29/06 di halaman masjid raya Al-Abrar, Cubadak Air, Pariaman Utara. Senin,(30/06).

Abdul Hamid terpilih menggantikan kepal desa yang lama Sudirman Wahid setelah pada pesta politik tingat desa Cubadak Air pada tanggal 24 Mei, menang dari dua calon lain kepala desa.

Dalam sambutannya Yakirman mengatakan, sebagai kepala desa yang di berikan amanat oleh masyarakat, jabatan ini diemban dengan sebaik mungkin.

“Bukan berarti jabatan yang disandang memberikan keuntungan pribadi, tetapi ini merupakan amanah masyarakat yang akan di pertanggung jawabkan di kemudian hari”, ujar Yakirman.

Jabatan ini menuntut kepala desa yang baru dilantik untuk bijak melayani masyarakat, tidak ada pandang bulu dalam melayanai masyarakat, apalagi membeda-bedakan status sosial dalam memberikan pelayanan.

“Dan yang utama kepala desa bukan untuk dilayani tetapi harus melayani” TegasYakirman.

Sementara itu Walikota Pariaman yang diwakili Kepala BPMD Kota Pariaman Lanefi dalam sambutannya mengatakan, sebagai kepal desa ada dua tugas pokok yang harus dijalankan kepala desa terpilih yaitu mengatur dan mengurus masyarakat dan pemerintahan desa.
Untuk mensukseskan pemerintahan koordinasikan semua pihak baik itu BPD maupun lembaga yang ada di desa untuk bahu-membahu memikirkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dikatakannya Lanefi, kedepan tanggung jawab kades akan semakin berat sesuai dengan tuntutan saat ini, kepala desa dituntut harus inovatif serta memiliki wawasan yang luas tentang tata pengelolaan pemerintahan desa.

“Lakukan implementasi nyata dalam pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat” terang Lanefi.

Dan yang tak kalah beratnya adanya program yang bersumber dari APBN tentang pemberian dana ADD desa, kepala desa dituntut harus cermat dalam mengelola anggaran ini, program ini menjadi sorotan, jangan sampai lalai dalam pemanfaatanya sehingga bermasalah di kemudian hari, Tegas Lanefi.(eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*