Abrasi di Pariaman Mulai Mengkhawatirkan

IMG_20150901_234438PARIAMAN, PADANGTODAY.COM-Abrasi pantai di Kota Pariaman telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Setidaknya 15 Kepala Keluarga (KK) dan 45 Jiwa di sepanjang pesisir Balai Nareh Kota Pariaman Sumbar terancam kehilangan tempat tinggal, karena rumah yang mereka tenpati terus mendapatkan terjangan gelombang laut.

Advertisements

Abrasi pantai yang melanda daerah Kota Pariaman ini Kurang lebih 400 meter dari Muaro Nareh, di Desa Balai Nareh, Kecamatan Pariaman Utara yang merupakan batas kota dengan kabupaten.

“Baru kali ini peristiwa abrasi pantai ini di tempat kami,” ungkap Midi (40) salah satu pemilik rumah yang dihantam abrasi tersebut kepada Wartawan, Senin 31/08/2015 di Pariaman.

Dijelaskan,Abrasi pantai ini telah terjadi semenjak pertengahan bulan puasa lalu, dan jarak bibir pantai disaat itu berjarak 100 meter, paparya.

“bibir pantai jauhnya lebih seratus meter dari belakang rumahnya, bahkan bibir pantai tempat para pemuda bermain bola, juga galangan pembuatan kapal nelayan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada sekitar 250 meter bbibir patai yang digerus oleh gelombang laut hingga muara sungai Batang Naras, jika pengikisan gelombang laut terus menerus dikhawatirkan seluruh rumah warga di sekitar bibir pantai tersebut akan hancur diterjang ombak laut, terangnya.

Sementara, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman ketika mengunjungi rumah warga yang ditimpa Abrasi pantai tersebut meminta kepada warga untuk mengungsikan diri terlebih dahulu dibanding tetap bertahan di rumah karena mengancam keselamatan jiwa.

“Untuk mengantisipasi gejala Abrasi patai ini pihak Pemko Pariaman akan sesegera mungkin berkoordinasi dengan pihak Pemprov Sumbar,” ungkapnya.

Selain itu, Mukhlis pada kesempatan itu memerintahkan jajarannya membuat tenda pengungsian untuk hunian warga sementara secepatnya, jelasnya.”Rumah dapat dibangun kembali, dan pemerintah tidak akan tinggal diam untuk membantu membuatkan rumah penduduk yang rusak akibat bencana alam. Nyawa lebih penting, di atas segala-galanya,” kata Mukhlis.

Ini kekuatan alam, tambahnya, sekarang tidak ada yang bisa kita lakukan, upaya yang bisa kita lakukan saat ini hanya dengan membangun batu grip secepatnya. “Ombak tidak bisa dilawan dengan karung berisi pasir pagar pembatas, pohon dan beton saja dia tumbangkan apalagi karung-karung pasir,” tandas Mukhlis.

Abrasi pantai adalah proses pengikisan pantai yang dikarenakan kekuatan gelombang laut da arus laut yang kuat dan bersifat merusak, kerusakan atau abrasi pantai disebabkan oleh gejala alami dan ulah tangann manusia, sehingga kerapatan pohon yang rendah pada pesisir pantai memperbesar peluang terjadinya abrasi.

Abrasi dapat dicegah dengan penanaman pohon mangrove, melestarikan hutan pantai, dan memelihara serta melestarikan kawasan pantai seperti pembangunan alat pemecah ombak (break water) batu grib dan penghijauan hutan mangrove di sekitar pantai. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*