Abu Vulkanik Bisa Berdampak Pada Mesin Pesawat

Ilustrasi

Ilustrasi

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Penasehat Federasi Pilot Indonesia (FPI), Manotar Napitupulu mengatakan debu vulkanik dari letusan gunung berapi sangat berbahaya bagi penerbangan. Pasalnya, debu vulkanik bersifat menempel ke benda yang disinggahinya.

“Berbahaya, kalau nempel di kaca kokpit itu susah sekali dibersihkan. Kalau kita pakai wiper yang ada semprotan airnya debu malah tambah tebal. Jadi sebaiknya dijauhi,” ujarnya saat dihubungi kemarin (10/7), terkait erupsi Gunung Raung.

Penumpukan debu di kaca kokpit seperti itu bisa sangat berbahaya karena menghalangi atau mengurangi jarak pandang pilot. Selain itu, debu vulkanik juga bersifat tajam sehingga bila tersedot masuk ke dalam ruang pembakaran, mesin bisa mati.

“Meskipun debunya sedikit tapi kalau dipakai terbang beberapa kali debunya bisa menumpuk di ruang bakar, itu yang menyebabkan mesin bisa mati mendadak saat terbang,” kata pilot senior Garuda Indonesia ini.

Oleh karena itu, sebaiknya sebuah pesawat yang terindikasi terkena debu vulkanik selama periode tertentu harus di tes kondisi mesinnya. Berdasar pengalamannya, secara kasat mata debu vulkanik yang menempel di pesawat biasanya meninggalkan bekas.

“Kalau di body pesawat itu seperti bintik-bintik cat jadi tidak rata. Sementara kalau di bahan logam juga berbintik dan menimbulkan korosi,” ungkapnya.

Manotar mengungkapkan, sudah semestinya otoritas penerbangan menutup bandara di Bali hingga Lombok. Pasalnya di bulan Juni-Juli arah angin umumnya bergerak ke timur. Namun dia mengingatkan agar pemerintah mengawasi pergerakan angin secara mendadak ke arah barat.

“Bisa saja dalam sehari angin tiba-tiba berubah ke barat. Kalau itu terjadi bandara Juanda Surabaya dan bandara Abdul Rachman Saleh Malang harus siap-siap ditutup demi keselamatan penerbangan,” tegasnya.
(wir/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*