Agung Laksono: Kuncinya Komunikasi, Erwin Yunaz Dapat Lampu Hijau dari Golkar

Payakumbuh — Dr. (H.C.) dr. H. R. Agung Laksono (lahir 23 Maret 1949) adalah seorang politisi yang sekarang menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 13 Desember 2019, ke Payakumbuh pekan lalu.

Saat itu, pekan lalu, Senin 15 November 2021 anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) itu berkunjung kerja ke Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia untuk masa jabatan 2009—2014 dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat masa jabatan 2004-2009.

Dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar pada tahun 2004 dan 2009, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.[2] Pada Musyawarah Nasional IX Partai Golkar pada tahun 2014 di Jakarta, ia terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar menggantikan Aburizal Bakrie.

Kedekatannya dengan H Erwin Yunaz, sang kader Kosgoro 1957 terbukti. Bahkan dengan lantang Agung Laksono menawarkan H Erwin Yunaz untuk maju di pencalonan Walikota Payakumbuh 2024 dari Partai Golkar.

” Iya, Erwin Yunaz dulu dan sekarang masih sebagai Kader Kosgoro 1957. Jika dulu maju dari partai lain, saya berharap kedepan karena beliau masih muda dan punya kemampuan, kapasitas yang baik dan kenal daerah. Saya lihat konsep visi dan misi cukup bagus, baiknya kedepan maju lagi sebagai Walikota, dan alangkah baiknya maju di Golkar,” kata Agung Laksono yang matang berpolitik ini.

Agung Laksono membaca ritme politik di Payaqkumbuh dengan cepat. Ia bertahan dengan opininya tentang kader pusat Kosgoro 1957 H Erwin Yunaz.

Termasuk, lanjutnya, jika Erwin Yunaz maju berpasangan dengan kader Golkar di Payakumbuh. Jika memang benar demikian, mungkin saja dalam politik. Agung Laksono tidak membuat syarat yang terlalu rumit.

Agung Laksono juga menambahkan, kala itu, untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya komunikasi, karena belum ada keputusan. Meski hal itu perumpamaan, namun bukan sesuatu yang mustahil.

”Asal dilaksanakan dengan dengan baik, bukan mustahil hal itu terwujud. Tinggal bertemu dan berkomunikasi dengan Ketua Golkar di sini. Termasuk mereka berdua nantinya berpasangan, sebab dalam Politik semua bisa berkembang,” tukuk mantan Mentri Koordinator Kesra itu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*