Akibat Bolos Sekolah ,Sumar Subagio Habisi Anak Tirinya

penganiayaan
PADANGTODAY.com-Tak mampu menahan emosinya, Sumar Subagio (44) tega menganiaya anak tirinya Yansi Isiandi Eka Marhiantoni (16), hingga meninggal dunia. Penganiayaan itu terjadi karena sang anak ketahuan kerap membolos hingga hampir dikeluarkan sekolahnya.

Meninggalnya Yansi, siswa salah satu SMK negeri di Bondowoso itu bermula pada Jumat (8/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Sepulang kerja, Sumar mendapati istrinya menangis dan bercerita bahwa Yansi akan dikeluarkan dari sekolah akibat sering membolos.

“Seketika tersangka marah dan memukuli Yansi dengan menggunakan sandal di bagian kepala. Tersangka juga menjambak dan menyeret korban keluar rumah. Korban juga dipukul dengan menggunakan potongan bambu,” ungkap Kapolres Bondowoso AKBP M Sabilul Alif, Minggu (17/8) seperti di lansir di antara.

Selang sehari berikutnya, Yansi kemudian pingsan saat dalam perjalanan menuju sekolahnya. Dia pun sempat dilarikan ke di Puskesmas Tegal Ampel dan diketahui terdapat luka memar di sekujur tubuhnya. Namun, korban dibawa pulang paksa oleh tersangka.

Setelah menjalani perawatan di rumahnya, Yansi dilarikan ke RSUD Bondowoso pada Minggu (10/8). Namun, upaya tersebut tak membuat kondisi korban membaik hingga akhirnya meninggal sekitar pukul 04.00 WIB.

Atas perbuatannya, Sumar yang bekerja sebagai sopir ditangkap oleh anggota Buru Sergap (Buser) Satuan Reskrim Polres Bondowoso, Sabtu (16/8). Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan warga yang melihat langsung kejadian di Kelurahan Badean, Kecamatan Kota Bondowoso.

Kapolres Bondowoso AKBP M Sabilul Alif menjelaskan, selain itu polisi juga telah memeriksa 10 saksi dan mengamankan barang bukti yang digunakan tersangka menganiaya korban, yakni potongan bambu, potongan reng bambu, sandal dan pakaian korban.

“Sementara untuk pemeriksaan terhadap korban, Polres Bondowoso melakukan koordinasi dengan RSUD Bondowoso untuk autopsi dan membongkar kuburan,” tuturnya.

Kapolres Bondowoso sangat menyayangkan terhadap peristiwa tersebut, dan karena itu masyarakat diharapkan ikut peduli terhadap perlindungan anak dari tindak kekerasan.

“Peristiwa ini merupakan kasus yang perlu menjadi perhatian kita bersama sebagai proses pembelajaran masyarakat untuk tidak boleh terjadi lagi. Apapun alasannya anak harus dijaga oleh orang tuanya walaupun yang bersangkutan adalah anak tiri,” ujarnya.(dil)