Ali Mukhni, Kayu Tanam Akan Dikenal Sebagai Daerah Pendidikan

Bupati Ali Mukhni berdialog dengan Kabag Pertanahan terkait pembebasan lahan pembangunan strategis di di Lubuk Alung, Selasa (18/10).

Bupati Ali Mukhni berdialog dengan Kabag Pertanahan terkait pembebasan lahan pembangunan strategis di di Lubuk Alung, Selasa (18/10).

Padang-today.com__Bupati Ali Mukhni minta Bagian Pertanahan melaksanakan percepatan konsolidasi tanah erpach seluas 697 hektar yang berada di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang Kec. 2×11 Kayu Tanam.

Dikatakannya bahwa lahan tersebut akan dijadikan kawasan terpadu pendidikan, kesehatan dan olahraga di Kabupaten Padang Pariaman yaitu Kampus Politeknik Negeri Padang, Kampus Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Rumah Sakit Vertikal, STIT Syekh Burhanuddin dan Stadion Mini.

“Ke depan, Kayu tanam dikenal sebagai daerah penghasil kaum intelektual di Sumatera Barat” kata Bupati Ali Mukhni yang disampaikan Kabag Humas Hendra Aswara di Lubuk Alung, Selasa 18-10-2016

Mengingat strategisnya pembangunan tersebut, Pemerintah Daerah meminta dukungan dari seluruh unsur masyarakat terutama di Kayu Tanam karena akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Untuk itu perlu upaya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat agar dapat berjalan lancar tanpa halangan yang berarti.

“Padang Pariaman dianugerahi Allah SWT tanah yang luas untuk pengembangan Kampus yang berada di Jalan Nasional Padang-Bukittinggi serta dekat dari Bandara Internasional Minangkabau. Mohon dukungan masyarakat” kata Hendra.

Saat ini, tambah Hendra, sedang dilakukan pembuatan disain akses ke lokasi tersebut dari Jalan Padang-Bukittinggi, persis di depan bekas pabrik PT. Statika. Dari jalan masuk itu telah dibuat masterplan pintu gerbang dan pembukaan jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 80 meter menuju kawasan terpadu.

“Saya sudah lihat disain pintu gerbangnya, disitu ada rest area dan ruang taman hijau, untuk rekreasi masyarakat” kata Hendra.(suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*