Ali Mukhni, Pengunaan Pupuk Organik Sangat Menjamin Hasil Pertanian

Bupati Padang Pariaman panen padi legowo bersama TNI dan Dinas pertanian.

Bupati Padang Pariaman panen padi legowo bersama TNI dan Dinas pertanian.

Advertisements

PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com-Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan pengunaan pupuk organik bagi kalangan petani sangat menjamin hasil pertanian meningkat. Masyarakat petani diminta untuk terus menerus mempergunakan pupuk organik. Dengan demikian hasil pertanian masyarakat, seperti padi bakal meningkat dan lahan persawahan subur.

“Sudah saatnya masyarakat petani beralih ke pupuk organik. Disamping harganya murah juga menghasilkan kualitas panen yang memuaskan. Berdasarkan hal itu saya mengajak para petani daerahnya untuk mempergunakan pupuk organik,” kata H Ali Mukhni dan Kabag Humas Pemkab Padangpariaman Hendra Aswara kepada Padang-today.com, kemarin, seputar swasembada pangan 2016.

Katanya, dengan menggunakan pupuk organik, maka hasil pertanian akan jauh lebih dan panennya melimpah. “Sudah saatnya petani beralih dari petani dari konvensional menjadi organik. Selain untuk memelihara alam dari bahaya zat kimia, yang pastinya bertani secara organik akan menghasilkan panen yang melimpah,” ujarnya.

Berdasarkan hal itulah dirinya bersama Kodim 0308 Pariaman berniat menjadikan Kabupaten Padangpariaman sebagai lahan percontohan menanam padi organik di Sumatera Barat. Apalagi Presiden Repoblik Indonesia sangat fokus terhadap ketahanan pangan.

“Sekarang kita bersama TNI telah siap mensukseskan program swasembada beras nasional. Saya juga sangat mengapresiasi jajaran Kodim 0308 Pariaman, karena benar-benar bekerja keras dan memotivasi masyarakat petani untuk bersama menanam padi dengan metode organik,” ujarnya.

Katanya, daerahnya targetkan menjadi yang pertama tingkat nasional dalam pencapaian swasembada beras. Tahun 2016 adalah tahun pencapaian tersebut. Dukungan semua pihak sangat menentukan dalam pencapaian target Padangpariaman dalam swasembada pangan.

“Kalau bisa Padangpariaman tentu lebih awal dari pada target nasional. Seperti yang saya kutib kata Gubernur Sumatra Barat H Irwan Prayitno, yang mana pada 2017 harus tercapai swasembada. Kalau bisa 2016, makanya kita berkerja keras bersama Kodim 0308 Pariaman untuk mencapainya,” ujarnya.

Mengapa target tersebut diambil lanjutnya, karena menurutnya pencanangan pola pertanian padi jajar legowo pertama kali dilakukan di Kabupaten Padangpariaman dengan berkerja sama dengan Kodim 0308 Pariaman.

Bahkan paparnya, sebelum adanya pola tersebut, Kabupaten Padangpariaman sudah memperoleh penghargaan Presiden, karena mengalami surplus padi setiap tahunnya. “Sejak 2012 kita selalu mendapatkan penghargaan dari Presiden, karena mengalami surplus beras dan gabah di atas lima persen. Pencapaian itu terjadi minus Irigasi Anai Dua,” ulasnya.

Kemudian katanya, target tersebut menjadi realistis jika Irigasi Anai Dua telah berfungsi normal. Karena Anai Dua akan mampu mengairi lebih dari 700 hektar sawah. Sehingga dapat dipastikan akan terjadi surplus yang luar biasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Padangpariaman Yurisman kepada Padang-today.com menyatakan, semua yang disampaikan Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni telah dihitung. Begitu juga tentang surplus beras petani daerahnya setiap tahunnya.

“Kita sudah dihitung, ada peningkatan sekitar 48 persen. Insya Allah saya lihat dari kontraknya tahun 2016 Anai Dua selesai. Namun sebagian sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, karena pembangunan premier, tersier dan sekundernya sudah. Sehingga dari 7000 hektar tersebut akan memenuhi pengairan hingga ke pelosok-pelosok,” tambahnya.

Selama ini lanjutnya, sawah masyarakat seperti di Sunur memakai tadah hujan jika sudah selesai Anai Dua, maka akan kebagian air. “Saat itulah beras petani Padangpariaman terus meningkat. Sehingga kesejahteraan petani meningkat, karena hasil panen berlimpah,” ujarnya.

Sedangkan Dandim 0308 Pariaman Letkol Inf Persada Alam menjelaskan lahan yang akan dipanen seluas dua hektar. Lahan tersebut telah ditanami sejak 29 Januari 2015 yang lalu. Adapun lahan tersebut ditanami seluruhnya dengan pupuk organik. “Kita tanam dengan pola organik. Jadi dari awal sampai akhir tidak ada satupun yang memakai bahan kimia. 100 parsen dari pupuk organik,” tandasnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*