Ali Mukhni: Zakat Merupakan Ibadah Pokok Bagi Setiap Individu atau Badan Pemilik Harta

Bipati Padang Pariaman berfoto bersama Ketua Baznas saat penyerahan Zakat.

Bipati Padang Pariaman berfoto bersama Ketua Baznas saat penyerahan Zakat.

Advertisements

PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com-Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan zakat salah satu ibadah pokok bagi setiap individu atau badan yang memiliki harta. Mengeluarkan harta tersebut harus sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dalam zakat. Zakat bermanfaat untuk kemajuan Padangpariaman dalam segala bidang pembangun. Namun, pengelolaan zakat belum maksimal.

“Zakat memiliki dimensi sosial juga berfungsi sebagai sarana terwujudnya solidaritas sosial, pengentasan kemiskinan, pembiayaan pendidikan, pertolongan terhadap orang-orang yang tidak berkecukupan (mustahiq) dan permasalahan sosial lainnya,” kata Ali Mukhni usai pelantikan pengurus Baznas Padangpariaman, kemarin.

Katanya, zakat merupakan pembersih dan penambah harta bagi pemberi. Namun, zakat dapat memberikan nilai ekonomi berupa pemberdayaan masyarakat jika dikelola dengan orientasi produktif, bukan konsumtif.

Pada mulanya kewajiban zakat lanjutnya, bertujuan membantu kebutuhan masyarakat yang tidak mampu. Namun, perkembangan saat ini zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu serta memberdayakan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, zakat dapat berorientasi produktif dari para penerimanya.

Dikatakan, pengelolaan zakat jika dilakukan dengan optimal, produktif, amanah dan proses pengelolaannya diarahkan dengan tepat disertai manajemennya yang baik serta kontrol sosial yang baik pula, maka akan memperkuat upaya pengentasan kemiskinan di daerah Padangpariaman.

Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umat jelasnya, diperlukan sistem pengelolaan yang baik serta dibutuhkan orang yang benar-benar dapat memahami serta menguasai berbagai ketentuan mengenai zakat berikut manajemen pengelolaannya.

“Dengan demikian, insya Allah akan tercipta suatu institusi pengelola yang mampu mengorganisir zakat secara proporsional dan profesional yang amanah dan bertanggung jawab sehingga tumbuh kepercayaan masyarakat terhadap Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ),” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, baznas merupakan organisasi yang ditetapkan untuk mengurus pengelolaan zakat, infaq atau shadaqah dan bertugas mengumpulkan, mendistribusikan, serta mendayagunakan zakat sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Tugas dan fungsi pengurus Baznas Kabupaten Padangpariaman adalah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian atas pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat di tingkat daerah melakukan koordinasi dengan Kemenag Kantor Kabupaten Padangpariaman dan instansi terkait di tingkat kabupaten serta melaporkan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan zakat,” ujarnya.

Kemudian juga katanya, pengeloaan zakat, infak, dan sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya kepada baznas provinsi dan kepala daerah setiap 6 bulan dan akhir tahun serta melakukan verifikasi administrasi dan faktual atas pengajuan rekomendasi dalam proses izin pembukaan perwakilan lembaga amil zakat berskala provinsi di kabupaten.

“Kalau kita pelajari secara mendalam, bahwa sesungguhnya kita menyimpan potensi zakat yang luar biasa. Hal ini tercermin dari adanya kesadaran masyarakat untuk membayar zakat dari tahun ke tahun, makin baik dan makin berhasil. Namun sayang potensi yang tergali dan terorganisir melalui lembaga pengelola zakat belum maksimal dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Ke depan katanya, untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengeluarkan zakatnya diharapkan pengurus baznas selalu berupaya untuk memberikan perhatian terhadap peningkatan kesadaran umat dalam berzakat, sehingga akan memberikan kontribusi positif terhadap perwujudan kesejahteraan secara umum.

Kepada pimpinan Baznas Kabupaten Padangpariaman katanya, diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan peran dan fungsinya dalam melaksanakan pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh.

Potensi zakat dapat digali dari BUMD maupun lembaga pemerintah yang ada di Kabupaten Padangpariaman, seperti kantor instansi vertikal yang ada. Sementara itu, kepada PNS Kabupaten Padangpariaman yang belum tersentuh hatinya untuk berzakat ke Baznas dicarikan strategi yang menarik bagi PNS tersebut agar timbul kesadarannya.

Sebagai implementasi terkait pengelolaan zakat papar Ali Mukhni, pemkab memiliki kepentingan terhadap baznas, bukan dalam lingkup teknis dan operasional, tetapi juga memberi suport agar badan tersebut menjadi lembaga profesional, amanah dan mandiri. Sehingga hasil pengumpulan zakat dapat memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat secara keseluruhan.

“Saya berharap, pimpinan dan pengurus baznas bekerja dengan amanah, transparan, dan profesional serta meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat melalui amil zakat dan memaksimalkan peran zakat dalam menanggulangi kemiskinan melalui sinergi dan koordinasi dengan lembaga terkait,” tandasnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*