AMKP Kadukan ke Polda, Surat Kuasa Walikota Belum Ada

AMKM Jumpa Pers menyampaikan tuntutan 11 lembaga yang tergabung terhadap account yang melakukan hate speech terhadap Walikota Payakumbuh.

AMKM Jumpa Pers menyampaikan tuntutan 11 lembaga yang tergabung terhadap account yang melakukan hate speech terhadap Walikota Payakumbuh.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Aliansi Masyarakat Kota Payakumbuh (AMKP) yang terdiri dari 11 Lembaga menyatakan dalam dua hari ini akan melaporkan hate speech yang menurut juru bicara AMKP Irwan telah menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan warga Kota Payakumbuh. Kata AMKP, hate speech yang dimediasosialkan oleh account bernama Aznil itu dianggap melawan hukum atas hak sosial dan hak keamanan masyarakat.

Dalam jumpa pers pernyataan AMKP ini, di Kawa Daun Payakumbuh, Senin (15/2/2016), dinyatakan oleh Irwan yang Direktur Vollo Institute itu, bahwa Walikota telah memberikan surat kuasa agar AMKP melaporkan hal ini ke Polda Sumbar. Namun, dikonfirmasi ke Walikota Payakumbuh H Riza Falepi hal itu tidak benar.

”Belum, saya memang telah menyiapkan dokumen untuk melapor. Tapi Surat Kuasa belum,” ujar Walikota dari komunikasi dengan www.padang-today.com.

Walikota ternyata sangat bijak dan paham kondisi ini. Ia lebih memilih kesibukan bekerja mengurusi investasi di Payakumbuh. Ia tak henti menjaring investor untuk segala lini, termasuk terus memperjuangkan anggaran-anggaran di Pusat mengalir ke kota yang sangat dicintainya ini.

”Saya fokus dengan kerja saya sajalah. Ini saja kerja tak habis-habis. Mau ditambah lagi dengan soalan ini? Ya, ndak lah!” aku Walikota energik ini.

Tuntutan

Kembali ke ungkapan AMKP yang mengatasnamakan Forum Anak Nagari Koto Nan Gadang, beberapa LSM, Forum Remaja Masjid, Karang Taruna yang 11 lembaga ini, seluruhnya hadir di Jumpa Pers itu. Jika dilihat mimik muka semua petinggi lembaga itu semuanya menahan marah dengan hate speech yang ditujukan kepada pimpinan Payakumbuh itu.

Pernyataan AMKP: meminta Aznil meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Payakumbuh dan menyatakan menyesal atas pernyataan yang telah dibuat serta menghapus postingan. Lalu, mendesak Kapolres Kota Payakumbuh untuk menyidik dan menyelidiki pelaku pembuat ujaran kebencian (hate speech) itu. Akhirnya, AMKP juga meminta agar Kapolda Sumbar juga bertindak.

”Mereka ini, masih emosi dengan ungkapan di media sosial itu, Kita tunggulah dua hari lagi. Setelah itu saya akan membuat pernyataan di media, menenangkannya,” kata Walikota Riza Falepi dikonfirmasi.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*