Anak-Anak Miliki Strategi Kognitif Untuk Menyantap Makanan

anakanakPADANGTODAY.com – Studi terbaru dari Columbia University menyebutkan bahwa anak-anak memiliki keinginan makan lebih kuat dibanding orang dewasa. Akan tetapi mereka juga mampu menggunakan strategi kognitif untuk mengurangi keinginan menyantap suatu makanan.

Advertisements

Anak-anak tentu mudah diiming-imingi cokelat atau makanan cepat saji dibanding orang dewasa. Namun ternyata keinginan makan tak sehat pada anak tersebut bisa dikendalikan.

Menurut ilmuwan psikologi sekaligus peneliti utama, Jennifer A. Silvers, temuan dianggap penting karena dapat memprediksi cara baru memerangi obesitas pada anak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science ini memang termasuk unik. Sebab kebanyakan studi menyebut faktor lingkungan seperti iklan dan mudahnya akses pada makanan berlemak menjadi penyebab obesitas. Sedangkan penelitian ini lebih fokus pada kemampuan anak sendiri dalam mengatasi pengaruh luar.

“Intervensi lingkungan seperti itu jelas penting, namun permen manis dan camilan menggoda tidak selalu dapat dihindari. Bila anak-anak usia 6 tahun dapat belajar menggunakan strategi kognitif setelah pelatihan beberapa menit, itu akan memberi implikasi besar bagi intervensi,” tutur Jennifer, seperti dilansir dari AFP (10/09/2014).

Jennifer dan timnya bekerja meneliti 105 partisipan berusia 6 sampai 23 tahun. Partisipan menjalani scan MRI untuk melihat otaknya apabila ditunjukkan berbagai gambar makanan yang tak sehat.

Saat sedang melihat beberapa gambar, peneliti mengatakan pada partisipan untuk membayangkan makanan ada di depan mereka. Peneliti juga menginstruksikan bahwa partisipan dapat mencium bau, merasakan dan hampir menelan makanan itu.(dk/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*