Angka Penganguran Intekektual Di Tanah Datar Tembus 4.925 Orang

Fhoto: Ilustrasi. (Net)

Advertisements

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Angka penganguran di  Kabupaten Tanah Datar di kalangan intelektual cukup meningkat. Data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja tercatat hingga April 2018 ini angka pencari kerja yang mengurus kartu AK 1 di dinas terkait mencapai 4.925 orang.

Jika dilihat dari jumlah keseluruhan pencaker di Tanah Datar sebanyak 7.751 orang, maka kaum intelek alias bertitel berasal dari lulusan universitas maupun akademik yang masih mengangur dari berbagai strata mencapai 50 % lebih.

Kepala Bidang Naker Tanah Datar Khairul kepada awak media, Senin (07/05/18) membenarkan jika per 30 April 2018, pihaknya mencatat telah menerima sebanyak 4.925 orang pencaker yang berasal dari lulusan S1 ,D3, D2 dan D1.

“Minimnya lapangan pekerjaan di wilayah Kabupaten Tanah Datar turut menjadi penyumbang besarnya angka pengangguran didaerah, selain itu keterbatasan skill juga masih minim untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” kata Khairul.

Dengan keterbatasan itu ucap Khairul, merupakan faktor ikut meningkatkan laju pertumbuhan pengangguran di Kabupaten Tanah datar, secara prinsip angka itu diyakini akan semakin bertambah.

“Dengan menyandang titel seorang sarjana terkadang bisa menciptakan sebuah kendala, sebagai sarjana masih mempertahankan rasa sungkan dan masih memilih milih dalam melakukan sebuah pekerjaan,” ungkap Khairul lagi.

Menangapi hal ini, salah seorang Anggota DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari mengungkapkan sangat prihatin dengan kondisi seperti ini jika memang angka penganguran intelektual saat ini cukup banyak.

Kata politisi partai demokrat itu, keterbatasan lapangan kerja bukanlah sebuah alasan untuk tidak bekerja, dan bukan alasan untuk menjadi seorang pengangguran, apalagi menyandang titel seorang sarjana.

“Melalui wawasan intelektial yang sudah mereka dapatkan melalui sekolah maupun kuliah, harus berani menciptakan inovasi dan tetobosan menciptakan lapangan kerja, sekaligus membuka peluang usaha,” ungkap Nurhamdi.

Namun, dengan inovasi yang dimiliki oleh mereka sebut Nurhamdi, bukan berarti pihak pihak terkait lepas tangan untuk tidak mencarikan peluang usaha. Katanya lagi, dengan anggaran pemberdayaan yang sudah dimiliki oleh nagari dan daerah, seharus nya lebih jeli lagi membuka peluang peluang untuk mereka.

“Pembangunan saat ini, harus dapat diseimbangkan antara infrastruktur dengan pengembangan SDM. Solusi yang sangat bagus untuk situasi saat ini adalah dengan mensosialisakan lagi ke nagari nagari tentang adanya peluang peluang usaha yang dapat dibina melalui anggaran di nagari,” pungkasnya. (ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*