Antisipasi Radikal, FKUB Turunkan 13 Tim ke Sekolah

Ketua FKUB Payakumbuh Desembri P Chaniago, tengah memberikan pencerahan kepada siswa SMAN 5 Payakumbuh, didampingi Kepsek Resnulius dan majelis guru di halaman sekolah, Senin.

Ketua FKUB Payakumbuh Desembri P Chaniago, tengah memberikan pencerahan kepada siswa SMAN 5 Payakumbuh, didampingi Kepsek Resnulius dan majelis guru di halaman sekolah, Senin.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Guna mengantisipasi berkembangnya paham radikal di Payakumbuh, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota setempat, secara bersamaan  menurunkan 13 tim sosialisasi,  ke sekolah-sekolah setingkat SLTA di  Payakumbuh, Senin (25/1).  Tim memberikan pencerahan kepada pelajar, agar tak terjebak dengan paham radikal yang akan merusak keimanan dan ketaqwaan serta sendi-sendi persatuan dan kesatuan sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Ketua FKUB Payakumbuh Desembri P Chaniago, SH, MH, menginformasikan, tim yang dibentuknya, melibatkan Kepala Kesbangpol Elfriza Zaharman, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Asra Faber, M.Ag, Kepala Disdik H. Hasan Basri Sy, bersama jajarannya. Kemudian, juga menyertakan Badan Koordinasi Pengawasan Aliran dan Kepercayaan (Bakorpakem), Kepala Imigrasi, Pasi Intel Kodim/Kejari/Polresta. Tim berkunjung kesemua SMA, SMK, MA negeri dan swasta.  Lebih kurang 13.000 pelajar menerima wejangan dari tim sosialisasi FKUB, agar  mewaspadai masuknya paham radikal ke kota ini.

Menurut Desembri, ustad terkenal di Daerah Luak Limopuluah ini, paham radikal yang dikembangkan sejumlah kelompok atau golongan  di Tanah Air, telah membawa petaka pada sejumlah kota dan kabupaten di Tanah Air ini. Dampak dari radikalisme itu, akibat  pemahaman agama yang salah, tak sesuai dengan kaedah Pancasila dan UUD 1945.

Karena itu, FKUB merasa bertanggung jawab, merangkul seluruh tokoh lintas agama, agar memberikan dakwah yang tepat, sehingga para pelajar di kota ini tak mudah tergiur dengan ajakan-ajakan yang  menyesatkan. Para tokoh paham radikal itu, awalnya mampu menyampaikan hal-hal yang manis dan menggiurkan, tapi setelah itu akan merobah prilaku dan mental kita sebagai umat beragama yang cinta damai.

Menurut Desembri, sekecil apa pun, gerakan radikalisme yang tidak sesuai asas dan ideologi negara harus ditumpas habis.  Namun, tindakan persuasif dan preventif yang diberikan kepada generasi muda dan pelajar, akan mampu membentengi keimanan mereka, agar tak terbawa arus paham radikal. FKUB bersama pemerintah, akan siap turun ke tengah masyarakat, dalam melakukan sosialisasi radikalisme ini, katanya.

“Di antara cara paling tepat dilakukan adalah dengan memperkuat sistem ketahanan nasional dan ideologi bangsa melalui tokoh agama, tokoh adat dan bundo kanduang. Pendekatan-pendekatan yang lebih sistematis, juga harus kita tingkatkan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan stakeholders lainnya,” simpul Desembri.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*