Aroma Politik Payakumbuh Mengeras, Minus PDI P, Tiga Partai MoU Bentuk Fraksi

Pertemuan Tiga Partai, HANURA NASDEM dan PBB Komitmen Bentuk Fraksi

Pertemuan Tiga Partai, HANURA NASDEM dan PBB Komitmen Bentuk Fraksi

Payakumbuh, PADANGTODAY.com – Aroma politik mulai keras terasa pra pelantikan anggota DPRD Kota Payakumbuh. Sebab, formulasi anggota DPRD Kota Payakumbuh dengan enam partai (Golkar, PKS, Demokrat, PPP, PAN, Gerindra) sudah jelas bisa membentuk masing-masing satu fraksi.

Sedangkan Partai NasDem 2 kursi, PBB 2 kursi, PDI Perjuangan 2 kursi, Partai Hanura 1 kursi.
”Kami sudah mengadakan pertemuan-pertemuan dengan Partai Bulan Bintang dan Partai NasDem bersama anggota DPRD terpilihnya,” ujar Sekretaris DPC Partai Hanura Payakumbuh Taufik BAc bersama Basril Latief SE, Rabu (27/8).

Sementara itu, kabar yang beredar, bahwa Ketua Partai Hanura Fitrizal Roesli, Ketua DPC Partai NasDem Payakumbuh Nugraha Kusuma, dan Ketua DPC PBB Payakumbuh Nasrul Tuanku Beringin telah komitmen di atas materai, membentuk MoU bahwa ketiga partai ini bersepakat untuk membentuk fraksi.

Saat itu, beberapa hari yang lalu, para petinggi partai ini telah berkomitmen di atas kertas, bahwa tidak akan menambah partai lain untuk bergabung di fraksi ini.

Lalu, bagaimana nasib PDI Perjuangan yang punya 2 kursi? Dalam Peraturan Pemerintah 16 tahun 2010 dibunyikan dalam pasal 31; (1) Untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPRD serta hak dan kewajiban anggota DPRD, dibentuk fraksi sebagai wadah berhimpun anggota DPRD.

Ayat (2). Setiap anggota DPRD wajib menjadi anggota salah satu fraksi. (3) Setiap fraksi di DPRD beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi di DPRD. (4) Partai politik yang jumlah anggotanya di DPRD mencapai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau lebih dapat membentuk 1 (satu) fraksi. (5) Dalam hal partai politik yang jumlah anggotanya di DPRD tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), anggotanya dapat bergabung dengan fraksi yang ada atau membentuk fraksi gabungan.

Ayat (6). Dalam hal tidak ada 1 (satu) partai politik yang memenuhi persyaratan untuk membentuk fraksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) maka dibentuk fraksi gabungan yang jumlahnya paling banyak 2 (dua) fraksi gabungan. (7) Partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) harus mendudukkan anggotanya dalam satu fraksi. (8) Pembentukan fraksi sebagaimana dimaksud pada ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) dilaporkan kepada pimpinan DPRD untuk diumumkan dalam rapat paripurna DPRD. (9) Fraksi yang telah diumumkan dalam rapat paripurna sebagaimana dimaksud pada ayat (8) bersifat tetap selama masa keanggotaan DPRD.

Jika benar, Basril Latief (Hanura), Ahmad Ridha dan Ismet Harius (NasDem), Syafrizal dan Alex Wijaya (PBB) telah komitmen digabung dalam satu fraksi, maka PDI Perjuangan (Aribus Madri dan Yanuar Gazali) tentu tidak bisa mendudukkan diri menjadi satu fraksi. Makanya, Aribus Madri dan Yanuar Gazali, tentu harus melakukan lobi-lobi kembali dalam masa pembentukan fraksi yang diberi masa seusai pelantikan 1 September mendatang.

Saat ditanyakan perihal perkembangan politik pra pelantikan DPRD Periode 2014-2019 ini, Aribus Madri hanya menjawab singkat, ”Tetap setia setiap saat!” Entah apa maksudnya. Mengenai hal ini, dikonfirmasikan kepada anggota DPRD terpilih, Ahmad Ridha (NasDem) mengatakan bahwa memang telah ikut bersama partainya berkomitmen dan berMoU dengan Partai Hanura dan PBB untuk membentuk satu fraksi.

Meski, sebenarnya proses pembentukan fraksi ini berjalan seusai para anggota DPRD ini resmi dilantik, namun komitmen tiga partai ini cukup membuat gempar perpolitikan di Payakumbuh. Mengingat, bahwa tiga partai; PDI Perjuangan, Partai NasDem, dan Partai Hanura, adalah koalisi pemenangan presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Adakah rahasia di balik gebrakan politik yang mengejutkan ini? Taufik dari Hanura mengatakan bahwa komitmen ini dilaksanakan oleh seluruh partai dan aleg terpilih.

”Jadi, komitmen ini, komitmen atas kesadaran bersama dan kemauan kita di fraksi yang akan terbentuk ini nantinya. Gebrakan politik, bukanlah!” ujar Taufik meyakinkan.(malin​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*