Asosiasi Pengelola SPAMS RDP dengan Komisi B, Minta Dibina

Pamsimas Hearing dengan Komisi B

Pamsimas Hearing dengan Komisi B

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com– Pengurus Asosiasi Pengelola SPAMS yang di pimpin Nasrul tuangku Beringin datang untuk menyampaikan keluhan keluhan yang di alamni asosiasi dan BPS yang mereka bawahi, Jumat pagi(18/12) di ruang sidang DPRD Kota Payakumbuh. Asosiasi pengelola SPAMS (Sarana Pengadaan Air Minum dan Sanitasi) Kota Biru Payakumbuh laksanakan Rapat Dengar Pendapat dengan komisi B DPRD Kota Payakumbuh.

Dari awal berdiri dari tahun 2012 baru kali ini Asosiasi yang berkutat di bidang air minum dan sanitasi di kota Payakumbuh di undang untuk hearing ke Rumah bagonjong Kota payakumbuh. Dari Komisi B hadir Chandra Setipon Ketua Komisi B,Heri wanto,Syafrizal,Ridwan dan Wilman Singkuan Dt Parpatiah S.Sos.MM wakil ketua DPRD.

Asosiasi SPAMS kota Biru Membawahi 25 BPS yang ada di 5 kecamatan di kota ini. Dari 25 BPS,22 koneksi dengan PDAM,3 sumber air sendiri.Dari 2009 Pamsimas di kota Payakumbuh sangat membantu masyarakat akan kebutuhan air bersih murah dan sanitasi yang baik. Namun perhatian dari Pemko bersama instansi terkait terasa sangat kurang.

Menindak lanjuti hal ini melalui Asosiasi para penggurus Sarana air minum dan sanitasi kota Payakumbuh menyampaikan aspirasi kepada Komisi B DPRD Kota Payakumbuh untuk bisa mendapatkan perhatian dan prioritas dari Pemda. Dengan di dampingi Fasilitator keberlanjutan untuk kota Payakumbuh Winda Mardaris bersama Rediston Simatupang berbagai keluhan dan harapan di sampaikan kepada anggota DPRD Kota Payakumbuh

Berbagai kendala di lapangan disampaikan kepada Anggota Komisi B dan wakil ketua DPRD Kota Payakumbuh,NAsrul Tuangku Beringin berharap melalui hearing ini kedepannya Asosiasi bisa dapat perhatian dan pembinaan baik secara finansial maupun ke ilmuan dalam mengelola asosiasi. Sebab asosiasi ini berbasiskan sosial kemasyarakatan dengan sasaran masyarakat ekonomi lemah.

Juga saat ini ada masalah tunggakan dengan PDAM dari BPS yang bermasalah. Buya Ahmad berharap DPRD bisa menjembatani Asosiasi menyelesaiakan masalah ini.Terutama harga jual air yang di tetapkan PDAM kepada BPS secara sepihak .Banyak penerima mamfaat yang kesulitan dalam pembayaran air setiap bulan hingga terjadi tunggakan.

Juga untuk pengurus BPS Asosiasi berharap DPRD bisa menganggarkan dana pembinaan kedepannya. Agar kemampuan mengelola di tingkat kelurahan bisa maksimal.

Pengelola sarana air minum dan sanitasi ini secara fisik berada di bawah dinas Pekerjaan Umum,kesehatan lingkungan di dinas kesehatan,Kelembagaan di BPMP KB,dan BAPPEDA. Chandra Setipon bersama anggota komisi B dengan di dampingi Wilman Singkuan Dt Parpatiah S.Sos.MM menyatakan akan menindak lanjuti usulan dan keluhan dari Asosiasi pengelola SPAMS ini.

Bina Asosiasi

Winda Mardanis dan Rediston Simatupang selaku pendamping Asosiasi menumpangkan harapan yang besar kepada wakil rakyat kota Payakumbuh ini untuk bisa mendorong Pemda dari tingkat kelurahan sampai kota agar bisa memberikan perhatian dan pembinaan bagi Asosiasi.

Para Fasilitator pesimis ke depannya Asosiasi dan BPS yang di bawahnya akan bisa maju jika Pemko tidak memberikan perhatian dalam bentuk pembinaan. Acara hearing di tutup dengan makan siang dan foto bersama asosiasi dengan Komisi B.(dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*