Astaga!! Aksi (LGBT) Kian Merebak Hingga Ke Perkampungan

Fhoto : Ilustrasi (Internet)

Advertisements

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Ironis, Lesbian Gay Biseksual dan Transgender atau dikenal dengan LGBT tidak hanya merambah dipergaulan modern saja, yang kerap dilakukan oleh orang dewasa, namun sangat disayangkan, LGBT juga merambah hingga tingkat anak-anak di perkampungan. Paling tidak, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar.

Kapolsek Lintaubuo AKP Nasrul saat ditemui kemarin (21/1), di Mapolsek Lintaubuo mengatakan, agar kejadian ini diharapkan menjadi perhatian khusus bagi semua pihak dan LGBT tidak merebak di masa mendatang.

Kapolsek menyebutkan, pihaknya telah mengamankan seorang remaja berinisial AW (16) yang diduga telah melakukan tindakan tidak senonoh pada dua murid SD disalah satu sekolah di Nagari di Kecamatan Lintau Buo.

“AW dititipkan oleh orangtuanya karena warga disekitar rumahnya tidak menginginkan agar AW tinggal dikampung lagi. Dari pada amarah warga tidak terkontrol,  untuk sementara waktu dia kita amankan disini, ” sebut Kapolsek.

AKP Nasrul menjelaskan,  jika aksi AW diketahui seorang remaja putus sekolah itu, berawal dari kejadian yang tidak disangka-sangka yang dilakukan dua murid SD didalam lokal saat jam istirahat. Kedua bocah yang sama laki-laki tersebut dipergoki oleh salah seorang guru tengah melakukan sodomi sesamanya.

“Saat dipergoki tersebut,  sang guru langsung membawa kedua siswa itu kekantor majelis guru. Kemudian orang tua masing-masing siswa ini dipanggil kesekolah.  Saat ditanyai itulah kedua bocah itu mengaku telah pernah disodomi oleh AW,” jelas Kapolsek.

Kedua bocah itu sebut Kapolsek diserahkan kembali kepada kedua orangtua mereka masing-masing. “Setelah itu, warga sekitar duduk bersama dan mengambil keputusan agar AW untuk sementara waktu tidak dibolehkan tinggal dikampung nya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi,” terang Kapolsek.

Dari pengakuan AW sebut Kapolsek,  dirinya telah melakukan pencabulan terhadap kedua bocah tersebut yang masih merupakan tetangganya sendiri.

“Ternyata AW ini dahulunya juga korban dari perbuatan yang sama yang dialaminya waktu dia masih duduk dikelas empat SD,” jelas Kapolsek.

Kapolsek mencemaskan, jika hal ini tetap berlanjut tanpa perhatian semua pihak, maka di Kecamatan Lintau Buo kedepan tidak tertutup kemungkinan akan muncul pelaku pelaku LGBT.

“Hal ini tidak bisa dianggap sepele,  ini butuh perhatian khusus,  jika tidak kita takutnya kedepan akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” sebut Nasrul.

Sementara itu,  AW sendiri kepada www.padang-today.com mengakui jika dirinya telah mensodomi kedua bocah tersebut sebanyak empat kali,  dan terakhir kali dilakukan pada awal tahun baru kemarin dirumahnya sendiri.

AW mengakui jika dirinya juga pernah menjadi korban hal serupa oleh salah seorang laki-laki yang baru dikenalnya pada saat dirinya masih di bangku SD.

Parahnya,  kejadian tersebut tidak terjadi sampai disitu saja. Setelah dirinya berhenti sekolah pada saat kelas empat SD itu, dirinya diajak sang kakak lelakinya untuk mencari pekerjaan di Pekanbaru.

Disitulah dirinya sering melihat sang kakak laki-lakinya sering “bermain” dengan waria. AW mengaku sering mengintip sang kakak saat bermain dengan waria tersebut.

Hingga akhirnya,  AW setelah kembali kekampung halamannya beberapa waktu lalu, melakukan hal serupa kepada kedua bocah tersebut yang masih duduk dikelas satu SD.

“Saya pernah digitukan orang, kemudian sering mengintip kakak saya. Entah kenapa saya juga ingin melakukannya,” aku AW sambik tertunduk.

AW mengakui jika selama ini,  dirinya jarang menyentuh hal-hal yang bersifat keagamaan, bahkan dirinya jarang mengaji dan sholat.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*