B-POM Temukan Zat Berbahaya di Pasar “Pabukoan”, Walikota: Sudah Ada yang Dipenjarakan 5 Tahun

Walikota Padang H Mahyeldi Dt Marajo saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Pabukoan, Kamis (8/6).

Walikota Padang H Mahyeldi Dt Marajo saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Pabukoan, Kamis (8/6).

Padang, PADANG-TODAY.com– Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (B-POM) Padang mendapati zat berbahaya dalam minuman yang dijual pedagang “nakal” di Pasar Pabukoan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang. Atas temuan tersebut, Walikota Padang H Mahyeldi Dt Marajo mengimbau warganya agar berhati-hati saat membeli “pabukoan”. Hal tersebut disampaikan Walkota Mahyeldi, saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar “Pabukoan” tersebut, Kamis (8/6).

“Kami mengimbau warga berhati-hati, waspada dan mengenali ciri-ciri makanan maupun minuman yang mengandung zat berbahaya,” sebut Walikota Padang.

Mahyeldi tidak hanya mengimbau kepada pembeli, namun juga mewanti-wanti pedagang untuk tidak menjual makanan dan minuman yang mengandung zat-zat membahayakan konsumen. Makanan dan minuman yang dijual supaya tidak merusak dan merugikan pihak manapun.

“Masak, uang pembeli diambil, makanan dan minuman yang dijual merusak orang yang membeli, dua kali rugi jadinya. Pedagang seperti ini mendapat sanksi, sudah ada yang dipenjarakan 5 tahun karena ini jelas mengganggu kesehatan warga,” jelas Walikota.

Dalam inspeksi mendadak tersebut, B-POM mendapati Rhodamin B pada minuman yang dijual dua pedagang di Pasar Pabukoan. Temuan tersebut berasal dari minuman yang diperoleh pedagang di Pasar Raya Padang.

“Kita tentunya akan menindaklanjuti ini dengan bekerjasama melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Kota Padang dan akan ditelusuri ke Pasar Raya Padang,” terang Kepala B-POM, Zulkifli.

Sebelum memasuki Ramadhan, B-POM sejatinya telah melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada pedagang Pasar Pabukoan. Dalam penyuluhan itu, pedagang ditekankan supaya tidak menggunakan zat berbahaya. Bahkan B-POM juga telah mengunjungi Pasar Pabukoan di kecamatan-kecamatan di Kota Padang.

“Saat itu kami menemukan Rhodamin B pada minuman dan Boraks pada rumput laut,” terang Zulkifli.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri mengatakan bahwa Rodhamin B merupakan pewarna tekstil. Pewarna ini cukup berbahaya bagi kesehatan.

“Kalau pewarna makanan itu sebenarnya kan khusus. Tapi ini yang dipakai pewarna tekstil, tentu tak boleh,” katanya.

Rosnini menyebut bahwa bahaya mengonsumsi zat seperti Rhodamin B dan Borak secara terus-menerus akan terasa dalam jangka panjang. Tanpa disadari nanti akan terkena kanker hati dan ginjal.

“Sesuai Undang-undang kesehatan, pelaku akan dipenjara 5 tahun atau denda sebesar 300 juta rupiah,” terangnya.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*