Bahas Porprov XIV/2016 Lewat Rakor, KONI dan Disparpora Undang Cabor

Kasi Olahraga Prestasi Denitral bersama Kabid Pemuda dan Olahraga dalam Rakor Koni Payakumbuh.

Kasi Olahraga Prestasi Denitral bersama Kabid Pemuda dan Olahraga dalam Rakor Koni Payakumbuh.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Meski jadwal Porprov Sumatera Barat XIV/2016 belum ditetapkan KONI Sumatera Barat, tidak menjadi penghalang KONI dan Disparpora Payakumbuh untuk menyusun rencana dan strategi. Perencanaan tersebut termasuk menyiapkan atlet untuk diterjunkan pada ajang multi event bergengsi milik Rang Minang itu.

Selama tiga hari secara maraton, sejak Selasa, Kamis hingga  Jum’at (7, 9 dan 10/6), di aula Balaikota Payakumbuh, KONI dan Disparpora mengundang pengurus 30 cabor secara bergantian,   membicarakan segala persoalan untuk menghadapi Porprov nanti.

Ketua Umum KONI  Dedrizal, Wakil Ketua Eri Bastari, Kabid Rena H Zurmanuddin, Kabid Organisasi Midra Aldar dan  Kabid Humas Dodi Syahputra terlibat dalam rapat koordinasi tersebut. Sedangkan, dari Disparpora menghadirkan Sekretaris Aprimadanal, Kabid Pemuda dan Olahraga Hadiatul Rahmat, serta Kasi Olahraga Prestasi Denitral.

Beberapa keluhan yang disampaikan cabor, di antaranya dana pembinaan yang hilang di tahun anggaran berjalan ini, serta minimnya ruang berlatih para atlet.

“Bagaimana kita mau merebut emas, jika cabor tak menerima uang pembinaan olahraga, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucap pelatih tinju Pertina Payakumbuh Supratman.

Sementara, cabang senam dan bulutangkis, juga mengeluh soal tempat latihan yang sering dipakai buat kegiatan pesta perkawinan.

“Bagaimana kita mau berlatih, jika dalam sepekan saja GOR M. Yamin Payakumbuh, lima hari dipakai buat pesta perkawinan. Komitmen Disparpora membina olahraga sangat kami pertanyakan,” keluh pelatih senam Payakumbuh, Aldi Kristian dalam rakor pada hari Jumat.

Dilaksanakannya rakor yang sebelumnya diharapkan mampu menemukan solusi bagi cabor yang terkendala dalam latihan, bubar tanpa jalan keluar yang tepat. Keluhan yang disampaikan cabor tinju dan senam itu, dijanjikan pengurus KONI dan kabid pemuda dan olahraga, akan disampaikan kepada pihak terkait.

Di bagian lain,  Kabid Pemuda dan Olahraga Hadiatul Rahmat,  menyebut, atlet yang akan dikirim pada Porprov nanti, yang berpeluang merebut medali. Keterbatasan dana daerah, membuat pemko harus selektif dalam pengiriman atlet, agar pelayanan kontingen benar-benar nyaman dan  memenuhi standar.

”Kuota atlet sementara Payakumbuh, berdasarkan hitungan anggaran yang tersedia, ditambahkan Sekretaris Disparpora Aplimadanardan hanya 350 atlet. Karena itu, KONI diminta, mampu memperhitungkan cabor yang punya kans merebut medali yang akan dikirim.

Menjawab hal tersebut, Ketua Umum KONI  Payakumbuh Dedrizal, mengaku siap untuk mengirim cabor yang berpotensi merebut medali. Pihaknya, tidak akan mengirim cabor yang hanya datang sekedar pengembira saja.  Ajang multi event provinsi ini, bukan lagi ajang coba-coba. Karena, prestasi yang diraih menentukan predikat, kehormatan, serta harga diri daerah.

”Posisi nomor 14 di Porprov XIII di Dharmasraya lalu, akan perbaiki. Tentu dengan potensi medali. Sekeras apapun perjuangan, tanpa membawa medali, tidak menjadi kebanggaan bagi daerah. Mari kita sama-sama berjuang di posisi dan bidang tugas masing-masing,” ujar Dedrizal.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*