Bangun daerah, SKPD Harus Hilangkan Ego Sektoral

Irfendi Arbi: Bangun Daerah, SKPD Harus Hilangkan Ego Sektoral

Irfendi Arbi: Bangun Daerah, SKPD Harus Hilangkan Ego Sektoral

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Agar pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota berjalan dengan optimal, Bupati setempat Irfendi Arbi meminta Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) menghilangkan ego sektoral. Selain itu ia juga mengingatkan setiap aparatur di daerah ini untuk merobah mindset  bekerja buat kepentingan rakyat banyak.

Hal itu dikatakan Irfendi dalam arahannya saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2016 di ruang sidang 3 Politeknik Pertanian Payakumbuh di Tanjung Pati, Rabu (30/3).

“Saya meminta semua SKPD menghilangkan ego sektoral masing-masing dalam penyusunan RKPD ini. Saya tidak ingin ada yang sombong dan mengaku lebih mampu,” ujar Irfendi.

Dalam Musrebang yang dipimpin langsung Wakil Bupati Ferizal Ridwan tersebut Irfendi juga mengingatkan, seluruh SKPD harus bersinergi dan saling mendukung. Jangan sampai SKPD yang satu dan lainnya berjalan sendiri-sendiri supaya pelaksanaan pembangunan yang direncanakan berjalan optimal.

“Mari kita bangkit bersama mewujudkan Limapuluh Kota yang sejahtera. Untuk itu mari hilangkan ego sektoral dan robah pola pikir kita bekerja untuk kepentingan rakyat dan bekerja dengan iklas,” ujar Irfendi.

Ia juga meminta agar semua SKPD memahami dan mendukung RPJM daerah ini. Khusus terhadap para kepala SKPD diharapkan untuk bisa berinovasi, kreatif dan berani melahirkan ide-ide cemerlang buat kemajuan Limapuluh Kota.

Lebih lanjut Irfendi menginginkan setiap SKPD mempunyai Indeks Kinerja Utama (IKU). Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) misalnya, bila sudah bisa dipindahkan ke kecamatan, mestinya masyarakat tidak harus lagi mengurusnya ke Kantor Disduk Capil yang ada di Payakumbuh.

Begitu pula Dinas Sosial, paparnya, harus tahu apa yang mesti diperbuatnya. Alangkah menyedihkannya hari ini masih saja ada warga Limapuluh Kota yang hidup terpasung.

“Apakah Dinas Sosial tahu dan memiliki catatan berapa jumlah warga Limapuluh Kota saat ini yang dipasung. Saya tahu bahwa jumlahnya lebih dari 100 orang. Apa yang sudah dilakukan Dinas Sosial terhadap mereka yang malang tersebut,” tanya Irfendi.

Begitu pula dengan para jompo, Irfendi tidak ingin dibiarkan hidup miskin dan lapar. Termasuk masalah anak berprestasi yang putus sekolah hanya karena orang tuanya miskin.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Sastri Andiko dalam penyampaiannya berharap hasilnya lebih maksimal dari tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mengharapkan pembangunan di daerah ini dialokasikan secara merata.

Sedangkan panitia acara yang juga Sekertaris Bappeda Kabupaten Limapuluh Kota Khairunas melaporkan, Musrenbang tingkat kabupaten yang diikuti oleh sekitar 200 orang itu antara lain bertujuan untuk mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah pada musrenbang sebelumnya. Selain itu buat mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah, serta menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatannya.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*