Bawa Ganja, Tukang Becak Asal Medan Ditangkap di Maninjau

Foto tersangka.

Foto tersangka.

AGAM, PADANGTODAY.com-Seorang tukang becak asal Padangsidempuan Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara, dibekuk aparat Sat Narkoba Polres Agam di Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, karena membawa 4 kilogram ganja, Kamis (25/9) sekitar pukul 17:00 WIB. Penangkapan pria yang bernama Sahda Lubis (36) warga Padang Sidempuan Utara Kabupaten Tapanuli Selatan , berawal dari kecurigaan masyarakat yang melihat Sahdan menyembunyikan tas ransel didalam sebuah pondok yang jauh dari keramaian, sehingga masyarakat yang melihat gelagat Sahdan langsung melapor ke Polsek Tanjungraya.

Kepala Kepolisian Resor Agam, AKBP Asep Ruswanda didampingi Kasat Narkoba IPTU Eroplis dan Paur Humas Aiptu Yan Frizal kepada wartawan mengatakan, bahwa tersangka berangkat dari Padang Sidempuan Sumatera Utara menggunakan Bus ALS pada Rabu malam, kemudian sampai di Kota Bukittingi pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB, Menjelang sore ia melanjutkan perjalanan menunju Maninjau Kecamatan Tanjung Raya.

“Dari pengakuan tersangka, dia mengaku disuruh oleh salah seorang warga Sidempuan yang bernama Mithun untuk mengatarkan ganja kering seberat lebih kurang 4 Kilogram ke Simpang Rumbai Kecamatan Tanjung Raya dengan upah  Rp 2 juta untuk 4 bungkus ganja tersebut, namun dia baru dibayarkan upah sebesar Rp 600 ribu sebelum ditangkap aparat” ujarnya.

Sebelum sampai ditempat tujuan, warga curiga dengan gelagat tersangka, dengan sering menelpon dan pura-pura shalat di mesjid Raya Bayur. Ketika didesak warga dan anggota kepolisian, Sahdan mengaku telah membawa barang haram tersebut dan menyimpannya pada salah satu gubuk kosong. Polisi menyita 4 bungkusan besar ganja dengan berat lebih kurang 4 kilogram, satu buah tas berisikan pakaian, dan uang tunai yang merupoakan upah antar tersangka sebanyak Rp 418.000. Saat ini polisi masih menyelidiki siapa pemesan barang haram tersebut di wilayah Maninjau.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi Polres Agam guna pemeriksaaan lebih lanjut, serta dijerat Pasal 111 No.35/2009 tentang Penyalahgunaan Narkoba dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*