Bawa Narkotika, Warga Jepang Disidang

Pariaman-Padangtoday.com-Tersangka pada tanggal 22 Nopember 2015 orang Jepang atas nama Masaru Kawarda mengaku tertangkap di Bandara International Minanggkabau (BIM) dengan tuduhan melawan hukum membawa narkotika seberat dua kilogram jenis shabu.

Advertisements

Masaru terdakwa sekitar tanggal (18/4/2014) dihubungi melalui telephone oleh Edward Mark (masuk dalam daftar pencarian orang/DPO), meminta terdakwa untuk berangkat ke Macau dengan diberi uang sebesar US $ 500 kepada terdakwa. Kemudian pada hari Rabu tanggal 19/10/2014 terdakwa berangkat dari Nagoya menuju Macau.

Setibanya di Macau terdakwa menginap satu hari. Lalu terdakwa didatanggi oleh orang suruhan Edward Mark (DPO) yang mengaku bernama Sherly (DPO) yang tidak pernah ia kenal sebelumnya dikamar hotel, terjadilah saling komunikasi antara terdakwa dengan shely. Sehingga terdakwa meminta uang kepada sherly sebesar US$ 200 untuk dibawa ke Padang, setelah itu terdakwa melanjutkan perjalanannya menuju Padang.

Nah, setibanya di Bandara BIM pukul 08.00 WIB pada tanggal 22/11/2014 terdakwa dihadang oleh petugas operator X-Ray. Bahwa tas sandang bewarna hitam merk the Nort Face terlihat berbungkus plastik hitam didalamnnya yang berisikan bongkahan Kristal yang warna bening, diduga Narkotika jenis Shabu.

Setelah itu, terdakwa diamankan oleh pihak Polri. Tak beberapa lama pihak Polri Cabang Medan mengeluarkan hasil Puslabfor, bahwa barang bawaan terdakwa memang mengandung Metafetamina.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, terdakwa dihadapan dengan majelis hakim Pariaman untuk menuntut perbuatanya yang telah melanggar hukum pidana dalam pasal 113 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Tepatnya pada 28/5/2015 sidang tuntutan Masaru digelar di Pengadilan Negeri Pariaman. Setelah JPU membacakan tuntutannya, Masaru yang didampinggi pengacara Syusvidalastri ini SH ini merasa keberatan dengan tuntutan yang diberikan kepadanya.
Masaru yang berkebangsaan Jepang ini mengaku agak frustasi dengan ancaman hukuman yang diberikan kepadanya.
“Indonesia no good, Indonesia no good” berkali kali ia ucapkan ketika meninggalkan persidangan. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*