Bawaslu Tolak Gugatan Pasangan FaGe

Advertisements

Padang-today.com – Bawaslu Provinsi Sumatera Barat menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh pemohon, bakal pasangan calon (Bapaslon) Fakhrizal-Genius Umar (FaGe) maju jalur perseorangan Pilkada 2020.

Pembacaan putusan musyawarah sengketa dilakukan Minggu (16/8) mulai pukul 14.25 WIB hingga sekira pukul 15.50 WIB bertempat di Ruang Sidang kantor Bawaslu Sumbar.

Setelah beberapa kali menggelar sidang secara maraton, akhirnya Bawasu Sumbar memutuskan perkara sengketa antara KPU Sumbar dengan bapaslon perseorangan.

Sidang dipimpin oleh Surya Efitrimen dengan anggotanya Alni, Elly Yanti Vifner, Nuhaida Yetti. Pemohon hadiri kuasa hukum Virza Benzani. Selaku termohon adalah KPU dihadiri, Firman Sekretaris KPU Sumbar, Komisioner KPU Yanuk Sri Mulyani, Jumiati kasubag Teknis KPU Sumbar.

Dalam keputusan yang dibacakan Surya Efitrimen majelis musyawarah menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya

“Putusan Musyawarah sengketa Pemilihan Dengan nomor register : 001/Ps.Reg/13/VIII/2020. Memutuskan Menolak Permohonan Pemohon Untuk Seluruhnya,”jelas Surya dalam membacakan amar putusan musyawarah penyelesaian sengketa di ruang persidangan kantor Bawaslu Sumbar.

Pihak yang merasa dirugikan atas putusan penyelesaian sengketa Pilgub dapat mengajukan penyelesaian sengketa Tata Usaha Negara ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN).

“Pengajuan ke PTUN itu dapat diajukan paling lama tiga hari kerja setelah putusan Bawaslu Sumbar dibacakan,”terang Surya Efitrimen.

Atas putusan tersebut,Virza Benzani penasehat hukum bapaslon independen mengaku kecewa.

“Kecewa atas putusan Bawaslu yang menolak seluruh gugatan kliennya,”ungkap dia.

Virza menyebutkan, bisa mengajukan gugutan setelah membicarakan atau konsultasikan kepada kliennya.

Untuk mengajukan proses PTUN, tentunya bicarakan dengan klien, sementara waktu tiga hari terhitung sejak putusan Bawaslu itu keluar. Atau paling lambat Kamis (21/8),”ujar Virza.

Virza menyatakan rasa kecewa atas putusan Bawaslu, dimana soal verifikasi faktual pendukung FaGe yang berdomisili pada nagari pemekaran di Kabupaten Padangpariaman.

Saksi yang dibawa KPU kabupaten Padangpariaman dalam sidang itu menerangkan memang ada pemekaran nagari di kabupaten itu yang terjadi di tahun 2018.

Yang sebelumnya ada 16 nagari, kemudian setelah dimekarkan menjadi 43 nagari. Dari 43 nagari itu, hanya mereka (KPU, red) hanya mengacu pada 16 nagari induk saja untuk verfak dan itu diakui mereka.

“Saat kami tanya dalam sidang sengketa bagaimana pendukung klien kami yang tinggal di nagari pemekaran, mereka menyebutkan tidak diverfak. Alasannya para pendukung FaGe di nagari pemekaran itu datanya tercatat di nagari induk,”pungkas Virza.

Sementara itu Yanuk Sri Mulyani Komisioner KPU Sumbar menyebut sudah mendengar putusan bawaslu Sumbar yakni menolak seluruh gugatan diajukan pemohon.

Tentu secara institusi, KPU Sumbar menerima amar putusan majelis tersebut,”ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*