Bayi Rimba Dirawat Intensif Di RS Karena Bronkopneumonia

Betumpal (1,5), bayi dari kelompok Orang Rimba.

Betumpal (1,5), bayi dari kelompok Orang Rimba.

Advertisements

Jambi, PADANGTODAY.COM-Betumpal (1,5), bayi dari kelompok Orang Rimba wilayah Terab, Batanghari, dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher, Kota Jambi, Jumat (10/4), setelah sempat mengalami kondisi gawat napas. Petugas medis memberi bantuan napas tambahan dan penguapan untuk melegakan sumbatan di saluran napas (inhalasi) dan meringankan kondisinya.

Betumpal dirawat di ruang perawatan ICU sejak Kamis dini hari. Sekitar pukul 10.00 hari ini, perawat memberi nebolisasi melalui saluran pernapasannya.

Menurut dr Nisa Haska, dokter ruangan, Betumpal sewaktu tiba di rumah sakit langsung dibawa ke ruang IGD karena gawat napas. “Namun, setelah dirawat intensif, kondisinya mulai membaik,” ujarnya.

Hingga pukul 11.00, Betumpal belum juga makan. Bayi itu hanya mendapat ASI sang ibu yang menungguinya. Menurut Besilo, paman Betumpal, makanan yang disiapkan pihak rumah sakit berisi daging dan ikan. Itu adalah jenis makanan yang dianggap pantang secara adat oleh Orang Rimba. Ketika perawat menawari pihak keluarga susu kedelai, Besilo akhirnya menerima.

Betumpal adalah satu dari ratusan Orang Rimba di kelompok tersebut yang menderita bronkopneumonia, yakni radang paru dan tenggorok. Beberapa penderitanya meninggal.

Tercatat sejak Januari hingga April 2015, kematian Orang Rimba di masa melangun (berpindah tempat hidup akibat kematian anggota kelompoknya) di wilayah Terab, Kabupaten Sarolangun-Batanghari, sudah mencapai 14 jiwa. Sebagian di antaranya anak balita.

Sebulan terakhir, jumlah Orang Rimba yang dirawat di RSUD Hamba Kabupaten Batanghari sebanyak 26 orang. Betumpal adalah pasien pertama yang dirawat hingga ke Jambi.

(kompas/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*