BBM Terbatas, SPBU di Sumbar Diserbu

Antrian panjang terjadi di SPBU

Antrian panjang terjadi di SPBU

PADANGPANJANG,PADANGTODAY.COM- Senin (25/8), pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar ke Sumbar berkurang. Akibat kondisi ini, masyarakat khususnya pengusaha angkutan menjerit, seperti yang terjadi di Kota Padang dan Kota Padangpanjang.

Supir angkutan pedesaan (angdes) jurusan Batipuh-Pitalah, Basa, (38) sangat merugi sejak dua hari belakangan ini, karena sulitnya mendapatkan BBM. Seperti ditemui ketika ikut “gentem” mengantri Premium di SPBU PT Ngalau Indah Lestari Kecamatan Padangpanjang Timur, Basa memastikankan dirinya tidak berpenghasilan hari itu.

“Jangankan setoran mobil Rp110 ribu sehari, untuk kebutuhan diri sendiri hari ini saja tidak ada sama sekali. Apa lagi jika bicara untuk uang yang akan diberikan pada anak dan istri di rumah. Kian hari negara ini makin kacau, dan sebagai korban masyarakat seperti kami ini yang hanya berpenghasilan pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari saja,” ungkap Basa pilu.

Demikian juga diungkapkan Ouskarni (35) di Pangkalan Ojek Simpang Lapan Bukitsurungan. Pria lajang itu memilih mengandangkan kendraan bermotor (ranmor) miliknya, ketimbang Ngojek sejak dua hari belakangan. Oskar memilih tidak melakoni pekerjaannya itu, disebabkan sulitnya mendapatkan Premium untuk kebutuhan ojek.

Oskar menyebut, saat sekarang yang memaksa dirinya untuk mengisi tangki ranmor dengan BBM jenis Pertamax, tidak cocok digunakan sebagai ojek. Meski harus dengan BBM mahal tersebut di isi, mendapatkannya pun tidak mudah dan harus antri hingga berjam-jam bersama ratusan kendaraan sejenis beserta puluhan mobil pribadi dan angkutan mikro.

“Ada pun penumpang yang mau membayar lebih, saya menimbang kebutuhan ranmor tidak hanya untuk mencari uang semata. Bisa-bisa saja keluarga kita sedang sangat membutuhkan, sementara BBM kendaraan sedang rest sehabis Ngojek. Karena itu, di tengah suplay BBM tidak stabil seperti sekarang ini saya lebih memilih untuk menggunakan kendaraan untuk keperluan yang penting-penting saja,” ujar Oskar.

Sementara berdasarkan pantauan di beberapa SPBU seperti di Kota Padang dan Kota Padangpanjang, penuh sesak kendaraan roda dua di samping roda empat untuk mendapatkan BBM meski hanya tersedia jenis Pertamax. Demi mendapatkan BBM, para pengendara dan pengemudi rela menunggu hampir 2 jam.

Kapolres Padangpanjang AKBP Djoni Hendra, mengatakan kelangkaan bahan bakar terutzama jenis Premium sudah merupakan kebijakan pusat terkait pembatasan jatah BBM seperti yang diungkapkan para pengusaha SPBU di kawasan hukum Polres Padangpanjang tersebut.

Djoni mengaku, hingga saat ini situasi pendistribusian BBM di tiga SPBU masih berjalan dengan aman dan tertib.

“Ini bukan kelangkaan, namun memang terjadinya pengurangan pasokan dari Pertamina terhadap SPBU. Karena itu, kami mengimbau masyarakat atau pembeli agar dapat menjaga ketenteraman untuk mengantri dengan tertib demi kelancaran pendistribusian,” imbau Djoni saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Sementera Supervisor SPBU PT Ngalau Indah Lestari, Filipus mengakui terjadinya pengurangan jatah pasokan terhadap SPBU yang dikelolanya tersebut. Dimana perusahaan penyalur BBM jenis Premium dan Solar tersebut biasanya mendapat jatah 28 ton atau dua tangki setiap harinya. Namun dengan diberlakukannya pembatasan, jatahnya menyusut hampir 50 persen dari sebelumnya.

“Memang terjadi penyusutan jatah, dari yang semula perharinya sampai dua tangki berukuran 14 ton, sekarang tidak lagi dan terkadang hanya 1 mobil saja. Namun dalam penyalurannya, kami tidak dapat membatasi. Terutama untuk masyarakat Padangpanjang dan kebutuhan emergensi beberpa instansi khusus. Kami selaku pihak pengelola, berharap masyarakat harap bisa memaklumi kondisi seperti ini,” jawab Filipus saat dikonfirmasi di kantornya. (nto)