Bentrokan Antara Pelajar Mengakibatkan Tewasnya Seorang Ibu Rumah Tangga

IRT Tewas Terkena Lemparan Batu saat Tawuran Siswa SMP

IRT Tewas Terkena Lemparan Batu saat Tawuran Siswa SMP

PADANGTODAY.COM-Bentrokan antara pelajar SMPN 21 Pekanbaru dengan sejumlah pemuda di Jalan Adi Sucipto Gangg Ikhlas kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru, pada Senin (26/01) berakhir pada tewasnya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Desmawati (40).

Informasi yang dirangkum merdeka.com, almarhumah Desmawati tergolong warga kurang mampu, yang meninggalkan seorang suami dan 4 orang anak yang masih kecil-kecil, dua orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.

“4 Orang anak almarhumah (Desmawati) masih kecil, ada yang belum sekolah, ada juga yang putus sekolah,” ujar Indra, warga setempat kepada merdeka.com, Selasa (27/01).

Kejadian itu berawal saat anak korban, Aris sedang berkumpul ditemani oleh sang adik, Frans dan rekannya, Jimmy. Kebetulan, rumah korban berada persis di sebelah tembok pembatas sekolah.

Tiba-tiba muncul salah seorang siswa SMPN 21 yang meminta rokok dari balik tembok sekolah. Hanya saja permintaan itu tak dipenuhi Aris karena rokok miliknya juga telah habis.

“Kemudian, muncul perkataan yang menyinggung perasaan remaja setempat tersebut, mereka diejek tidak sekolah. Tak ayal, remaja tersebut melemparkan air parit ke arah pelajar tersebut dan mengenai pelajar SMP itu,” katanya.

Sang pelajar SMP tersebut kemudian membalas dengan melempar batu ke arah rumah tempat remaja setempat itu ngumpul. Mendengar suara gaduh lemparan batu tersebut, Desmawati yang saat itu ada di dalam rumah sontak merasa kaget dan bergegas keluar dari pintu samping rumahnya untuk melihat apa yang sedang terjadi.

“Setelah berada di luar, korban sempat berdiri di samping rumahnya yang berada tepat di belakang SMPN 21 tersebut. Dan tiba-tiba sebuah batu yang dilempar dari salah seorang pelajar mengenai kepala korban sebelah kiri hingga berdarah,” kata Indra.

Melihat jatuh korban, warga setempat melerai dan membawa korban ke Rumah Sakit Sansani di Jalan Soekarno Hatta. Tapi karena kondisinya cukup parah, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad.

Namun, karena pendarahan yang cukup hebat di kepalanya, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSUD tersebut. “Jenazah korban sudah dibawa ke kampung halamannya di Pariaman, Sumatera Barat. Pemakamannya di sana hari ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Arry mengatakan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus kenakalan remaja yang berujung anarkis dan menimbulkan jatuhnya korban.

“Beberapa orang saksi telah diperiksa, saat ini kasusnya tengah kita selidiki,” ujar Arry.
(hhw/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*