Berikut Ini Sindiran Fadli Zon Yang Tak Kalah Pedas Ke Ahok

ahok-tak-berprestasi-rev2Jakarta, PADANGTODAY.com – Menanggapi sikap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengundurkan diri dari partai Gerindra, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik menantangnya untuk sekalian pindah kewarganegaraan jika konsisten menolak pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Apalagi jika keputusan itu disahkan oleh DPR. Taufik malah senang dengan keputusan Ahok hengkang dari Gerindra.

Advertisements

“Bila DPR putuskan pemilihan kepala daerah melalui DPRD, apa sikap dia (Ahok)? Itu kan jadi kebijakan negara. Sebagai warga negara, dia mau keluar enggak dari bangsa ini? Dia pindah warga negara. Mestinya begitu kalo mau ikut konsistensi berpikir,” cetus Taufik.

“Dia udah betul ambil sikap keluar itu. Kita tantang cara berpikirnya,” imbuh dia.

Tak hanya M Taufik, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tak kalah pedas menyindir Ahok terkait pengunduran dirinya. Berikut sindiran pedas Fadli Zon ke Ahok.

1.Ahok pengkhianat
Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya sudah menerima surat pengunduran dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Fadli mengaku partai Gerindra tidak merasa kehilangan sama sekali atas mundurnya Ahok.

“Kami sudah terima suratnya dari saudara Ahok, kami tidak ada masalah dan Gerindra tidak merasa kehilangan dia,” kata Fadli kepada awak media di tempat kediaman Akbar Tandjung, Jln Purnawarman, Jakarta, Rabu (10/9).

Tak sampai di situ, Fadli menuturkan mundurnya Ahok adalah cerminan dari sifat aslinya wakil gubernur, yakni suka berpindah-pindahnya partai sejak mengawali karir sebagai politisi. “Kita juga senang sekarang tau siapa kawan siapa lawan. Siapa pejuang siapa pengkhianat,” tegasnya.

2.Ahok kutu loncat
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon masa bodoh dengan mundurnya Basuki T Purnama (Ahok) dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Menurut Fadli, kontribusi Ahok nyaris tak ada untuk Gerindra, terutama saat Pilpres.

“Enggak ada dampak kalau itu betul. Kontribusinya kecil dalam Gerindra, dalam pilpres juga enggak ada pengaruhnya,” kata Fadli saat dihubungi, Rabu (10/9).

Mantan aktivis 98 ini mengatakan keluarnya Ahok dari Gerindra membuktikan wakil gubernur DKI itu sebagai ‘kutu loncat’. “Orang akan menilai track record dia. Ini bukti orang jadi kutu loncat,” kata anak buah Prabowo Subianto ini.

Menurut Fadli, alasan Ahok menolak pilkada tak langsung itu tak sejalan dengan omongannya selama ini dengan hemat anggaran dan cegah korupsi. Fadli menuturkan pilkada tak langsung mampu menghemat anggaran dan menghindari pejabat korupsi.

“Soal korupsi dengan pilkada langsung, pemberantasan korupsi, dana besar kalau pilkada langsung,” jelas dia.

3.Ahok ngawur dan tidak mengerti partai!
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal niatan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mundur dari partai. Alasannya, Ahok tidak sependapat dengan Gerindra yang justru ingin Pilkada melalui DPRD, bukan secara langsung.

Fadli mengaku belum mendengar langsung Ahok ingin keluar dari Gerindra. Namun dia mempersilakan jika memang Ahok ingin keluar. “Kalau benar ya itu kita terima itu pilihan dia, kapasitas Ahok membicarakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD inkonstitusional itu ngawur,” kata Fadli saat dihubungi, Rabu (10/9).

Menurut dia, Ahok sama sekali tidak paham garis partai dan hanya mencari alasan saja. Sementara keinginan Gerindra untuk melakukan Pilkada melalui DPRD sesuai dengan sila ke-4 Pancasila. “Ahok tidak mengerti partai. Tidak sesuai etika, cari-cari alasan saja. Argumen kita kuat sila ke-4,” tegas dia.

4.Ahok tak berprestasi
Disinggung Gerindra akan kehilangan politisi terbaiknya, Fadli menegaskan bahwa Ahok bukanlah kader terbaik Gerindra. Pasalnya, dalam masa jabatannya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, Ahok belum pernah menorehkan prestasi.

“Melihat pilpres kemarin nggak ada kontribusi sedikitpun dari dia. Kalau dia menyelesaikan macet, banjir, PKL, itu memang kewajibannya dan dia dibayar karena itu tugasnya. Kalau prestasi itu kan melebihi capaian, itu baru prestasi,” singgung Fadli.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*