Biaya Pengelolaan Batu Kapur Capai Rp 5 Miliar

Batu Kapur.

Batu Kapur.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Koperindag) dan UMKM Kota Padangpanjang akan mengangarkan biaya untuk pengolahan batu kapur di kawasan Bukit Tui mencapai Rp.5 miliar. Anggaran tersebut akan mulai direalisasikan melaui APBD Perubahan tahun 2015 dan APBD tahun 2016 mendatang.

Kepala Dinas Koperindag dan UMKM Kota Padangpanjang Reflis ketika ditemui menyebutkan, pengelolaan potensi batu kapur di kawasan Bukit Tui menjadi salah satu target dari Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kota berjuluk “Serambi Mekah” itu.

“Biaya lima miliar rupiah yang akan kita ajukan tersebut, terdiri dari biaya pembebasan lahan dan pendirian bangunan pabrik, biaya pembelian mesin dan operasional peralatan. Termasuk juga biaya untuk melakukan kajian potensi batu kapur,” kata Reflis.

Disebutkannya, meskipun Pemko Padangpanjang akan menganggarkan biaya sebesar Rp.5 miliar tersebut melalui Dinas Koperindag dan UMKM, tetapi pengelolaan aset tersebut nantinya akan dikelola melalui Perusahaan Daerah yang akan dibentuk oleh Pemko Padangpanjang.

“Kita telah melakukan kajian tentang potensi batu kapur, nantinya hasil kajian tersebut akan diserahkan kepada Perusda yang menangani usaha batu kapur dan kulit. Termasuk juga dalam pengelolaan Industri Batu Kapur sendiri, tetap akan melibatkan pengusaha-pengusaha lokal yang telah lama bergerak di bidang batu kapur,” sebut Reflis.

Tetapi yang menjadi kendala saat ini, lanjut Reflis, pada 2016 mendatang ada beberapa item objek pengelolaan SDM di daerah yang menjadi kewenangan dari pihak provinsi, termasuk dalam pengelolaan Batu Kapur ini.

“Jika aturan itu mulai diberlakukan, kini di daerah hanya memberikan rekomendasi terhadap perizinan usaha batu kapur dan penerbitan surat izinnya akan dilakukan melalui Dinas ESDM Provinsi Sumatera Baratm” jelas Reflis. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*