Bincang Ringan KONI Payakumbuh-DKI, Anggaran Nol Harus Segera Diisi

Bincang ringan olahraga KONI Payakumbuh dan KONI DKI di GOR Kubu Gadang Payakumbuh

Bincang ringan olahraga KONI Payakumbuh dan KONI DKI di GOR Kubu Gadang Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-“Sebaiknya pengurus olahraga itu benar-benar orang yang mengerti olahraga. Segala macam konflik dapat diselesaikan dengan cara olahraga pula, yakni sportivitas dan friendship for all. Intinya jauhkan kepentingan politik dari kepentingan olahraga.”

Wakil Sekretaris Umum KONI Daerah Khusus Ibukota Jakarta, H Erizal Azhar MBA mengatakan hal itu, kala diskusi santai dengan pengurus KONI Kota Payakumbuh Senin (18/4/2016) pagi. H Erizal Azhar adalah putra Payakumbuh yang gigih membina olahraga prestasi di tingkat Pusat. Selain itu, ia juga Ketua Pengurus Pusat Federasi Hockey ndonesia.

KONI Payakumbuh, dipimpin Ketua Umum Dedrizal, Audit Internal Hidayatul Israr SE, Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran H Zurmanuddin MM, Ketua Bidang Organisasi Midra Aldar SP, serta Kabid Media dan Humas Dodi Syahputra. H Erizal Azhar pun datang bersama sejawatnya Pelatih Sepakbola Fendi Sutan.

Tak disangkal, jika kepentingan KONI Kota Payakumbuh sebagai organisasi yang menghimpun cabang-cabang olahraga di Payakumbuh, dibina, dan ditampung serta disolusikan segala problema, nyaris terban sebab tidak teranggarkan di APBD Kota Payakumbuh tahun 2016. Ketidakteranggarkan ini, hanya dijawab oleh pihak Pemko, sebab keteledoran KONI Payakumbuh saat mengajukan proposal anggaran.

“Ya, ndak boleh gitu. Saya mau membawa persoalan ini sampai ke tingkat Menpora. Sebab UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional berikut aturan turunannya, telah memberlakukan anggaran setiap tahun bagi KONI untuk dibagikan sesuai kebutuhan cabang olahraga. Jika tidak, mau membina atlet pakai apa?” ujar Erizal Azhar serius.

DKI sendiri saat ini dipimpin Ketua Umum Raja Sapta. Meski masih muda usia, 34 tahun, tapi sistem kerja dan penganggaran KONI DKI telah settle, telah duduk. Sehingga, tak ada istilah lupa, lalai, atau terlambat. Baik Pemprov, DPRD, maupun KONI saling ingat-mengingatkan.

Bayangkan saja, untuk bonus peraih emas PON XIX di Jabar September 2016 mendatang, DKI berani pasang bonus Rp2 Miliar bagi setiap peraih emas. Bukan soalan rupiah, Erizal Azhar melihat ini sebagai bentuk komitmen, kesungguhan, dan kekuatan hati seluruh stakeholder demi prestasi daerah.

Tak ada istilah like and dislike, suka atau tidak suka dalam sistem keolahragaan. KONI Kota Payakumbuh pun hendaknya segera berbenah. Jalankan sistem sesuai dengan aturan AD/ART, jangan lagi dibiarkan pemerintah mengusik sistem keorganisasian dengan hukuman anggaran ini.

KONI Kota Payakumbuh dengan 32 cabang olahraga sebagai anggotanya, punya beban untuk mensukseskan prestasi atlet. Prestasi tidak akan tercipta jika tidak didukung anggaran yang mencukupi.

“Makanya, meski harapan ditumpangkan di APBD Perubahan, KONI harus terus mengawal agar jangan lagi terlewatkan atau dilewatkan dalam penganggaran,” tutur Erizal Azhar.

Diskusi ringan sambil sarapan di kawasan GOR Kubu Gadang itu makin menarik. Erizal Azhar menyebut keberanian harus muncul dari pengurus KONI Payakumbuh serta cabang olahraga untuk menggugat Pemko agar menyelesaikan konflik anggaran ini.

Realisasi anggaran, sebagaimana sering disebut pihak Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga harus terjamin. Sebab, KONI sudah terlalu lama mengalah dengan tidak mempersoalkan anggaran yang nol hingga hari ini.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*