BNPB Minta Upaya Pengurangan Risiko Bandara di Zona Tusnami

 

Padang-today.com – Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta ada upaya pengurangan risiko bandara dinilai rawan bencana gempa dan tsunami.

    “Bandara berada di zona tsunami diminta ada upaya pengurangan risiko bencana,”kata Medi Herlianto Direktur Perbaikan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Padangpariaman.

    Menurut Medi, peta rawan bencana  di Indonesia ada beberapa bandara berada di zona gempa dan tsunami diantaranya Bandara di Kulonprogo, serta Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Padangpariaman.

    “BIM ini berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai, jarak ini dampak langsung yang bisa melumpuhkan bandara,”ungkap dia.

    Potensi tsunami dari gempa di Subduksi Mentawai karena tumbukan lempeng Eurasia dengan Australia.

Potensi ancaman tsunami, kata Medi, diperkirakan tinggi gelombang yang menerjang kawasan bandara. Inilah perlunya dilakukan pengurangan risiko bencana bakal terjadi tersebut,”ucapnya.

    Medi menyatakan, BNPB melihat adanya potensi bencana yang demikian, dibuatlah program hutan pantai ini dengan melakukan penanaman cemara laut dan cemara udang di pantai Katapiang.

“Ini sebagai langkah mitigasi bagi bandara BIM. Sebab bandara merupakan objek vital negara, dan pegang peranan penting,” tukas Medi.

Menurutnya, mitigasi yang dibuat untuk Bandara ini belum tentu cukup dengan cara penanaman hutan cemara sajatapi juga perlu juga disiapkan.

“Mulai dari orangnya, prasarananya, latihan mitigasi juga harus disiapkan termasuk sirene mitigasi kebencanaan juga harus disiapkan dan banyak lagi yang harus disiapkan,” jelas Medi Herlianto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas