Boy Sandi SH, Jika Jadi Wakil Walikota City Branding Payakumbuh, Satu-Satunya Pemuda yang Mendaftar

Boy Sandi SH, 6 April 2016 mendaftarkan di PAN

Boy Sandi SH, 6 April 2016 mendaftarkan di PAN

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Bukan soal mudahnya mendaftar, bakalan calon walikota Payakumbuh, keberanian seorang anak muda Boy Sandi SH cukup diacungkan jempol. Sebab, nyaris tak tampak anak muda, di bawah usia 30 tahunan yang tampil sejak marak pendaftaran dalam payung penjaringan bakalan calon walikota.

”Meski di awal ini, saya tidak mau muluk-muluk. Cukuplah jadi wakil walikota. Saya mendaftar untuk jadi bakal calon wakil walikota,” ujar Boy Sandi yang mendaftar di PBB dan PAN awal April 2016 lalu.

Di PAN, terakhir kali, putra Bulakan Balai Kandi, Koto Nan Ampek ini, 6 April 2016 yang lalu saat sesi dialog dengan tim relawan, para pengurus PAN dan awak media, Boy Sandi SH terlihat piawai dan bijak menyampaikan.

”Bahwa Kota Payakumbuh hari ini dan masa mendatang perlu memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil. Kembalikan citra adat-istiadat sebagai pegangan, ini sudah mulai pupus,” kata Boy Sandi.

Boy Sandi SH tidak berpartai. Ia berprofesi kini sebagai kontraktor. Kehadirannya di kancah politik Payakumbuh sebab dorongan tetua, sanak, keluarga, dan masyarakat. Kapan lagi, ada kaum muda yang maju.

Di Payakumbuh hari ini, kota dengan 5 kecamatan, 10 Nagari di dalamnya, dengan kekuatan adat istiadat yang masih melekat. Hanya saja, menurut Boy Sandi, sudah banyak kalangan muda yang jauh dari adat istiadat ini.

”Saya, juga sangat peduli dengan ruang pariwisata kita. Payakumbuh harus segera jadi kota tujuan wusata. Sederhana saja, mana ada di Payakumbuh terletak city branding?” kata anak muda penuh semangat ini.

City branding. Ya, maksud dari Boy Sandi SH yang cerdas ini, adalah papan merk penanda kota. Batam punya. Pulau Angso Duo Pariaman, Pantai Carocok, Kota Padang, kenapa di Payakumbuh tidak ada?

”Itu tanda kita bekerja untuk masyarakat tidak fokus. Maunya saya, ke depan akan saya kawal pemerintahan ini untuk melakukan hal-hal kecil tapi nyata hasilnya, bagi ekonomi warga. Tidak muluk-muluk, namun menampakkan hasil nyata,” ujar Boy Sandi SH, menyentak pengurus PAN serta peserta pendaftaran.

Menyemangati pembangunan moral dan infrastruktur, memoles kota, kota, teknologi, city branding, dan masih banyak pemikiran anak muda lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah 2010 ini ingin diluapkannya.(dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*