BPBD Sosialisasikan Kebencanaan, Media Massa Berperan Penting

BPBD Payakumbuh sosialisasikan Daerah Rawan Bencana.

BPBD Payakumbuh sosialisasikan Daerah Rawan Bencana.

Advertisements
KEPALA BPBD Payakumbuh Ir Yufnani Away MM

KEPALA BPBD Payakumbuh Ir Yufnani Away MM

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Rumainur SE

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Rumainur SE

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Rumainur SE

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Rumainur SE

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Peran media massa ternyata memiliki keunggulan komunikasi lebih baik, dalam tahapan pencegahan dan mitigasi bencana. Di Kota Payakumbuh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengadakan kegiatan Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Aula Kantor BPBD di Kantor Balaikota di Bunian, Payakumbuh, Rabu 27 Mei 2015.

”Lewat media, banyak informasi dan penyebaran sosialisasi kebencanaan dapat disalurkan. Media pulalah yang telah terbukti memberikan penyadaran kesiapsiagaan dan penanganan kebencanaan tersebar luas di Indonesia,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar Rumainur SE saat menyampaikan materi di depan Komunitas Siaga Bencana, Jurnalis Siaga Bencana, serta Utusan Kelurahan dan LPM se-Kota Payakumbuh.

Penanganan bencana justru sama pentingnya di semua bidang. Mulai yang terutama penanganan, evakuasi, sampai kepada informasi. Nah, untuk Kota Payakumbuh yang nomor satu di Sumbar faktor bencana angin puting beliung menjadi momok penting yang harus terus diabaikan.

Kepala BPBD Kota Payakumbuh Ir Yufnani Away MM menyatakan koordinasi segera Lurah dan Camat serta perangkat untuk memberikan laporan tentang potensi bencana alam. Misalnya, batang kayu besar yang tumbuh dekat rumah, berpotensi akan menimpa rumah jika angin kencang datang atau membahayakan, agar segera melaporkannya ke BPPD untuk ditangani segera.

“Kita Ciptakan Masyarakat yang Tangguh dan Tanggap Bencana,” menjadi momentum kegiatan ini. Rumainur menerangkan tentang potensi dan sebaran bencana di Sumatera Barat. Khusus di Payakumbuh yang dikategorikan daerah yang rawan bencananya tidak berat, masyarakatnya tetap harus memiliki kewaspadaan tinggi dan tanggap membantu kebencanaan di daerah sekitar.

Anggota KSG yang mempertanyakan keseriusan BPBD Kota Payakumbuh dijawab oleh Yufnani Away bahwa seriusnya BPBD jangan disangsikan lagi. Soal kegiatan yang masih tertunda, disebabkan karena pola pencairan anggaran yang sedang terkendala di pusat. Namun, BPBD selalu komit untuk menggairahkan masyarakat tanggap bencana.

Soalan bencana, Yufnani Away selalu ikut dengan aturan. Misalnya, soalan bencana di daerah lain yang selalu berulang-ulang, katanya tidak lagi bisa dikategorikan bencana. Jika, terjadi berulang-ulang berarti ada yang salah. Misalnya, soalan galodo atau air bah, harus ditinjau di hulunya, apakah hutan sudah habis dibabat atau sudah gundul.

”Aturannya, jika berulang, tidak bisa disebut lagi itu bencana,” tegas Yufanani Away menimpali bencana air bah atau galodo yang kini banyak terjadi.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*