Branding Mobil Cakada Pelanggaran Pilkada

   Padang-today.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) melarang pemasangan stiker serta tidak diperolehkan melakukan branding mobil pasangan calon kepala daerah.

Advertisements

     “Para tim sukses maupun calon kepala daerah tidak dibolehkan untuk memasang stiker di mobil angkutan (angkot) maupun branding di mobil,”kata Ketua Panwaslu Padang,Dorri Putra di Padang.

      Dari pantuan di lapangan ada terlihat membranding mobil dengan gambar kandidat hampir ditemukan di setiap paslon. Tidak itu saja mobil angkutan umum bagian belakang kaca di pasang gambar kandidat paslon.

    Ia menjelaskan, Panwaslu sudah menyurati kedua pasangan calon kepala daerah untuk membuka stiker di mobil maupun branding calon kepala daerah di mobil.

     “Diminta kesadaran masing tim sukses maupun calon kepala daerah sendiri untuk membukanya,”ungkapnya.

     Branding mobil masuk kategori stiker. Nah, lanjut Dorri stiker itu dalam bahan kampanye hanya diperbolehkan ukuran 10×5 cm. Sekarang kalau branding mobil berapa ukurannya? Kan pasti melebihi itu. “Hanya stiker seukuran 10×5 cm tersebut yang diperbolehkan menempel di mobil atau kendaraan kandidat,”jelasnya.

    Ia menyatakan,Panwaslu secepatnya koordinasi dengan pihak kepolisian,Dishub serta pihak terkait untuk melakukan razia terhadap mobil angkot ada stiker cakada maupun branding mobil cakada.

     “Nantinya secara bersama-sama melakukan razia untuk mencopot atau membuka stiker dinangkot maupun branding cada tersebut,”katanya.

      Branding pasangan calon kepala daerah yang ditempelkan pada mobil termasuk salah satu bentuk pelanggaran aturan kampanye pilkada.

“Branding mobil calon kampanye tidak termasuk salah satu bahan kampanye yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2015,”tegas Dorri.

Selain pelarangan melakukan branding mobil atau pemasang stike di angkot  juga dilarang untuk ditempel di tempat yang merupakan fasilitas umum, seperti tempat ibadah, rumah sakit, gedung atau fasilitas milik pemerintah, lembaga pendidikan (sekolah), jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, serta taman dan pepohonan.

      “Untuk itu kedua tim sukses maupun cakada mematuhi aturan yang telah ada,”imbuhnya.
Sementara itu Kabag.Ops Polresta Padang,Kompol Ediwarman menyatakan,pihak kepolisian siap untuk mendampingi Panwaslu untuk melakukan razia membuka branding cakada terpasang di mobil.

     “Pihaknya siap mendukung Panwaslu dalam melakukan penertiban branding cakada terpasang di mobil,”katanya.

      Untuk membuka branding tersebut merupakan sepenuhnya tanggungjawab dari Panwaslu, sedangkan pihak kepolisian mendamping Panwaslu dalam melakukan pencopatan branding cakada terpasang di mobil pribadi maupun angkutan umum. “Sudah ada aturan dimana branding dilarang,masing-masing cakada harus memamtuhi aturan tersebut,”ungkapnya.

     Ediwarman menambahkan,masyarakat bersama-sama untuk menjaga situasi yang aman sampai terakhir selesai tahapan Pilkada, sehingga masyarakat mendapatkan calon pemimpin terpilih yang terbaik untuk Kota Padang.

     “Pada hari ini momen penting tentunya kita harapkan bukan hanya sekedar seremonial kita melakukan pendatanganan ini kita sama-sama ingin seluruh tahapan Pilkada dengan Damai dan setelah keluar dari sini betul-betul terpatri dari hati kita untuk selalu menjaganya,”imbuhnya.(nat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*