Budy Kurniawan SSos, Ajudan Walikota Payakumbuh yang Cakap Bertugas

Budy Kurniawan SSos ajudan Walikota Payakumbuh H Riza Falepi. Setia dalam tugas, ingin lebih berbuat.

Budy Kurniawan SSos ajudan Walikota Payakumbuh H Riza Falepi. Setia dalam tugas, ingin lebih berbuat.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Ajudan, jika dilihat sebatas mata kerjanya tak lebih pengawal pejabat, membawakan tas, dan membuka menutup pintu mobil sang pejabat. Terkenallah Budy Kurniawan SSos sang ajudan Walikota Payakumbuh, giat, cerdas, penuh prestasi.

Nyaris tak ada yang tak kenal dengan Budy sang ajudan. Tampangnya tegap, rapi, ganteng, dan cerdas. Pernah dipuji langsung oleh mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayjen (TNI) Doni Munardo. Pujian kepada Budy Kurniawan, alumnus Stisipol Bukittinggi ini, disampaikannya sembari menepuk-nepuk pundak Budy Kurniawan yang bertinggi badan ideal 170cm dan berat tubuh 70 kg.

“Ajudan dikatakan suatu seni “melayani” karena tidak ada penggambaran yang pas untuk memetakan ruang lingkup dan pekerjaan seorang ajudan,” ujar Budy Kurniawan dalam perbincangan Senin (21/3/2016) di Balai Wartawan Payakumbuh. Setiap waktu, ia selalu di dalam jam tugasnya menjadi ajudan Walikota Payakumbuh H Riza Falepi.

Tertarik dengan pengabdian dan kesungguhan hati Budy Kurniawan melaksanakan tugas dan kerjanya, perbincangan santai sebab Walikota sedang di Jakarta, melaksanakan dinas, berjalan apik. Budy Kurniawan, telah menjadi ajudan Wakil Walikota H Syamsul Bahri pada periode sebelumnya.

“Sejak Februari 2008, saya jadi ajudan Pak Syamsul Bahri. Kunci jadi ajudan, 5T, tanggap, trengginas, tata krama, tampang, tabah. Itu sangat melekat dan membuat saya tetap di posisi sebelah Pak Syamsul Bahri dengan beban tugas yang saya terus emban sampai akhir jabatan beliau,” ujar Budy Kurniawan yang santun dalam keseharian, namun tegap dan tegas dalam penugasan.

Baginya, pekerjaan ajudan adalah mata kanan, tangan kanan, otak kanan, pejabat, sesuai dengan Pelatihan Pengawalan Pimpinan Daerah dan Tamu VVIP/VIP yang dilewatinya menjadi juara 2 se-Indonesia di Bandung, 2008 lalu. Budy Kurniawan sempat kelabakan menjelaskan di depan para perwira dan petinggi, Kota Payakumbuh itu dimana.

“Ya, saya jelaskan, Kota Payakumbuh adalah salah satu kota di Sumatera Barat. Eh, Padang! kata mereka,” Budy Kurniawan makin asyik bercerita.

Pria yang berprinsip. Sejak 2008 mengikuti Ajudan Budy Kurniawan SSos di pelbagai kegiatan, Budy Kurniawan tak segan-segan memberikan masukan tentang kerapian, analisis lapangan, sampai kondusif kegiatan bagi sang kepala daerah.

“Kita, sebagai ajudan, memang harus begitu. Harus punya analisa. Seorang ajudan dituntut untuk menguasai beragam ketrampilan dasar seperti : Protokoler, Personal Grooming, Psikologi, Communication, Intelijen, Politik, Sosial, Ekonomi, Bisnis, Risk Management dan banyak lagi,” kata Budy Kurniawan yang membuat kita termanggut-manggut.

Ketrampilan dasar ini harus dapat ditampilkan tepat cara dan tepat waktu pada pimpinan sehingga tercapai kepuasan atau “satisfaction”. Cara rumit meramu ketrampilan dasar inilah yang membuat ajudan benar-benar suatu seni bercita rasa tinggi.

Sampai H Syamsul Bahri, Wakil Walikota waktu itu, September 2012 berakhir masa tugasnya, maka nyaris tak ada yang menyangsikan kinerja pria yang kini juga dipercaya jadi Sekretaris Lurah Balai Gurun ini. Ia langsung diangkat menjadi ajudan Walikota Payakumbuh H Riza Falepi.

Serta-merta Walikota pun merasa cocok dan puas dengan kinerja ajudannya ini. Nyaris hal detail sekalipun diperhatikan Budy Kurniawan. Buah baju sang Walikota yang nyaris lepas pun, segera dimintai izin untuk memperbaiki.

“Ya, itu tugas kita. Kita disumpah jadi PNS atau sekarang ASN siap bekerja dan ditempatkan dimana saja. Jika hari ini saya juga dipercaya jadi ajudan, ya kerja ajudan saya berbenar-benar!” Budy penuh keyakinan.

Budy yang kelahiran Padang, 18 Mei 1972 punya mimpi besar untuk bekerja dengan tanggung jawab yang diberikan pimpinan. Apapun tugas yang diberikan.

“Jadi satu hal mohon dimengerti. Saya punya obsesi tinggi, itu kan wajar. Namun, sebab kepercayaan dan persyaratan masih segini, saya kerjakan (ajudan) ini dengan kesungguhan,” aku Budy Kurniawan.

Keluhan yang biasa didengar oleh Budy dari rekan-rekannya, bahwa dirinya terlalu menerapkan standar kerja yang tinggi. Ia hanya menjawab, bahwa menjadi ajudan sudah ada protapnya. Ia hanya menjalankan sesuai petunjuk yang sudah ada. Tidak lebih.

Banyak pimpinan yang mempunyai staf atau bawahan maupun tim tugas khusus yang mumpuni untuk membantunya menentukan arah keputusan, namun person yang terdekat dan selalu ada disampingnya adalah seorang ajudan, jadi akan sangat manusiawi seorang pimpinan untuk bertanya atau meminta saran pada seorang ajudan untuk suatu permasalahan dibandingkan harus mengontak atau mengumpulkan para pembantunya yang lain.

Kemampuan untuk menyajikan yang terbaik dari seorang ajudan sekaligus “membunuh” kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan lainnya bahkan waktu yang berharga bagi keluarga. Jangan harap seorang ajudan bisa mengambil waktu untuk bisnis sampingan, silaturahmi keluarga pun merupakan barang langka.

Ajudan Walikota Payakumbuh H Riza Falepi ini tak banyak keinginan. Ia menikmati kerjanya dengan mengerjakannya secara bersungguh-sungguh. Kepercayaan pimpinan kepadanya, akan dibalasnya dengan kinerja terbaik. Dimanapun diposisikan. Budy Kurniawan sang Juara Tembak Ajudan Kepala Daerah Tingkat Nasional itu.(dodi syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*