Bukit Jimbaran, Wilayah Seribu Goa Yang Miliki Keindahan Dan Keunikan

goa-bukit-jimbaranBali, PADANGTODAY.com – Goa yang terletak di ujung bukit Jimbaran ini, sangat indah melihat alam di bawah. Bahkan dari Bandara Ngurah Rai hingga Pelabuhan Benoa dan Tanjung Benoa Nusa Dua terlihat dari altar bibir goa. Sesungguhnya goa ini kembar, karena diseberang jalan yang tidak jauh dari sisi goa juga terdapat Goa Tirta Beji. “Goa yang sebelahnya itu (Goa Tirta Beji) baru ditemukan. Kalau ditelusuri goa gong tembusannya di goa tirta itu. Hanya saja ruangnya yang sempit,” Terang Mangku Alit, seorang pemangku di goa ini, Rabu (17/9).

Sebagian masyarakat hanya mengenal Kuta dengan keindahan pantainya dan sebagai pusatnya Kampung turis di Bali. Siapa sangka kalau wilayah Kabupaten Badung bagian selatan ini juga terkenal dengan wilayah seribu goa. Salah satunya adalah keindahan dan keunikan dari Goa Gong yang terletak di Bukit Jimbaran, kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Untuk menuju ke goa ini tidaklah sulit, kita tinggal mengambil jalur arah kampus bukit Jimbaran dari By pass Ngurah Rai Jimbaran. Tiba dipertigaan kampus sudah ada petunjuk arah menuju ke Goa Gong. Bagi kalangan masyarakat di Bukit Jimbaran Goa ini tidaklah asing. Bahkan saat angin datang dari arah timur, jika keras maka sering terdengar hempasan angin di goa seperti raungan harimau.

Keunikan dari goa ini, saat memasuki areal dalamnya kita seperti berada dalam suasana hujan gerimis. Hampir setiap bebatuan menyemburkan air, kendati dimusim kemarau. “Tetesan air ini tidak ada pasang surutnya, sudah sejak jaman dahulu seperti ini. Tetapi bukit ini adalah bukit tandus,” terang Mangku meyakinkan.

Di areal dalam goa yang lebarnya tidak lebih dari lapangan futsal dan ketinggian dindingnya hanya 15 meter, nampak seperti di dalam mesin pendingin namun udaranya pengap. Keunikan lainnya di dalam goa ini, juga terdapat situs dan arca. Karenanya untuk memasuki goa ini tidak diperkenankan dalam tujuan hanya wisata, kecuali melakukan persembahyangan. “Umat lain juga banyak yang masuk, tetapi untuk minta air suci guna pengobatan,” paparnya.

Hanya saja kata Mangku Alit, goa ini ditutup setiap hari Rabu. Alasannya, khusus hari rabu tidak diperkenankan untuk memasuki goa kendati saat itu jatuh bertepatan dengan hari persembahyangan umat hindu di Bali. “Sudah dari seperti itu. Pernah warga kami ada yang nekat menentang dan melaksanakan persembahyangan di hari Rabu di goa ini. Akibatnya banyak kejadian aneh menimpa warga, sejak itu kami tidak berani melanggar,” Ucap Mangku.

Untuk diketahui, selain keberadaan goa ini juga ada banyak goa di wilayah perbukitan Jimbaran dan Pecatu, di kecamatan Kuta Selatan. Seperti, Goa Sugih, Goa Sunia, Goa Putri dan beberapa goa lainnya. Sayang keberadaan goa ini kurang tersentuh peran pemerintah.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*