Bukittingi, Kota Wisata, Kota Relawan

Bukittinggi-“Alhamdulillah, dua hari mengikuti training, banyak edukasi yang saya dapatkan. Bagaimana kepedulian kita terhadap lingkungan dan masyarakat, menjadi relawan yang inisiatif dan inovatif. Siapapun, kapanpun dan dimanapun kita, hal terpenting dalam gerakan perubahan adalah keyakinan dan keberanian untuk melakukan aksi,” koentar Nelma Sari (19), Mahasiswa STIKES Fort De Kock Bukittinggi, peserta Training Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa Singgalang yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (17-18/10).

Advertisements

Tak hanya bagi Nelma Sari, dua hari yang luar biasa ini juga dirasakan bagi tim dan panitia pelaksana yang mendapat ilmu dari para pemateri profesional. Buya Iskandar (Relawan Super) , Ridwan Arief (Pendiri Green Tourisme Institute), dan Bambang Suherman (Pimpinan Kantor Kemanusian dan relawan internasional bidang kesehatan PBB), menyajikan materi dengan cara apik dan dikemas secara menarik.

Peserta berasal dari kalangan mahasiswa dan umum yang berjumlah 200 orang. Meski pada hari kedua sebagian peserta tidak bisa mengikuti training dikarenakan agenda lain, namun semangat relawan muda yang disuguhi materi ‘Membangun Komunitas’ oleh Mas Bambang Suherman, malah semakin bersemangat saat pengaplikasian dengan praktek langsung ke jalanan.

Peserta yang dibagi dalam delapan kelompok ini mengadakan aksi di sekitar Jam Gadang dengan tema beragam. Ada tema Kebersihan Kota dengan aksi memungut sampah diseputaran Jam Gadang, Aksi Edukasi masyarakat untuk menghemat energi listrik, aksi daur ulang sampah yang dipromosikan lewat olahan botol bekas, aksi ‘Say Hello’ untuk menciptakan keharmonisan dalam interaksi masyarakat, dan aksi unik lainnya.

Agenda ditutup dengan foto bersama peserta dan segenap staff pelaksana.

Dan yang tak kalah penting, suksesnya acara ini berkat kontribusi besar dari Tagok Community, komunitas relawan-sosial yang dari awal mengemban amanah untuk sosialisasi acara, mengundang peserta, pelaksanaan secara teknis, dan akomodasi kegiatan yang dijalankan secara keren.

“Seperti motto kami ‘Kita Lakukan Apa yang Kita Bisa’, kami senang terlibat dalam aktivitas sosial bersama Dompet Dhuafa Singgalang, semoga ke depannya terjadi perkawinan antar komunitas kami dan DDS agar dapat melahirkan komunitas-komunitas lain yang juga mendukung kegiatan kemasyarakatan,” Dewan Pembina Tagok Community, Yonladila Yeltas Putra, memberi apresiasinya.

“Terima kasih untuk Tagok Community, para Pemateri, serta segenap pihak terlibat dan peserta yang memberi kesan dan harapan terbaik mereka dalam mendukung agenda ini. Semoga seperti harapan, agenda ini dapat berkelanjutan untuk membangun umat nantinya” pungkas Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*