BUMN Akan Wujudkan Konsolidasi ATM

Nasabah melakukan transaksi dengan mesin ATM.

Nasabah melakukan transaksi dengan mesin ATM.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Pemerintah tetap berambisi mewujudkan konsolidasi bank-bank pelat merah. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan, konsolidasi anjungan tunai mandiri (ATM) bank-bank BUMN akan terealisasi pertengahan tahun ini.

Gatot Trihargo, Deputi Bidang Jasa Usaha Kementerian BUMN, menyatakan, lembaganya bakal merampungkan skema detail konsolidasi ATM bank-bank milik pemerintah pada Juni 2015. Poin penting skema tersebut adalah kesepakatan pembagian beban biaya dan jaringan ATM.

“Setiap bulan kami selalu membahas konsolidasi ATM ini dengan direktur bank BUMN untuk memantau perkembangan sinergi,” kata Gatot, Senin (13/4/2015).

Pemerintah berharap, konsolidasi ATM merupakan cikal bakal terwujudnya konsolidasi bank BUMN secara institusi. Alasan lain sinergi tersebut adalah, pemerintah ingin menyiapkan bank BUMN menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bidang keuangan yang berlaku di tahun 2020 mendatang.

Soalnya, hitungan Kementerian BUMN, 40 persen pasar keuangan MEA ada di Indonesia. Atas dasar itulah, pemerintah memaksa terwujudnya sinergi bank pelat merah.
Hemat biaya

Menurut Hery Gunardi, Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan bank BUMN untuk menentukan model bisnis dan mekanisme konsolidasi ATM. “Kami harapkan implementasinya mulai dilakukan tahun ini juga,” imbuh Hery kepada Kontan kemarin.

Hery menambahkan, model bisnis konsolidasi ATM bakal menjadi acuan kerjasama di layanan perbankan elektronik atau electronic banking (e-banking). Perhitungan sementara Bank Mandiri, konsolidasi ATM berimbas terhadap penghematan biaya investasi infrastruktur.

Sebagai gambaran, biaya pengadaan ATM menguras kocek 8.000 dollar AS hingga 15.000 dollar AS per unit. Sedang biaya pengelolaannya Rp 5 juta– Rp 10 juta per bulan. Sejatinya, perkawinan bisnis sudah terjadi antara Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) di layanan mesin gesek atau electronic data capture (EDC). Mesin EDC ketiga bank BUMN tersebut berkonsolidasi di bawah logo LINK pada Agustus 2014.

“Satu mesin EDC bisa di-share oleh tiga bank memang hemat,” ujar Hery.

Andai konsolidasi ATM terwujud, Bank Tabungan Negara (BTN) yang bakal paling diuntungkan. Sebab, ATM BTN sedikit sehingga bisa menikmati jaringan luas tiga bank lain.

(Dea Chadiza Syafina/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*