Bupati Irfendi Arbi Dampingi Mendagri Kunjungi Stand Limapuluh Kota

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mendampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meninjau acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Internasional Trade And Invesment Summit (AITIS) 2016 di Jakarta Internasional Expo.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi mendampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meninjau acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Internasional Trade And Invesment Summit (AITIS) 2016 di Jakarta Internasional Expo.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Kabupaten Limapuluh Kota memiliki beragam potensi mulai dari pariwisata, pertanian, tambang dan kerajinan. Untuk menggarap berbagai potensi itu, daerah ini butuh investor.

Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menjawab sejumlah wartawan nasional ketika mendampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat meninjau acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Internasional Trade And Invesment Summit (AITIS) 2016 di Jakarta Internasional Expo, baru-baru ini.

“Limapuluh Kota memiliki objek wisata Lembah Harau dengan tebingnya yang fenomenal dan sulit dicari duanya di dunia. Selain itu juga ada fly over Kelok Sambilan yang disebut-sebut tertinggi di  Indonesia bahkan mungkin juga di Asia Tenggara, serta lokasi peternakan sapi BPTU Padang Mengatas yang belakangan dikenal sebagai New Zeland-nya  Indonesia,” ujar Irfendi  sembari terus mendampingi Mendagri mengitari sejumlah stand pameran.

Setiap kali musim liburan, bisa dipastikan kunjungan wisatawan akan membludak. Sayangnya, para pelancongnya hanya sekedar singgah menikmati pemandangan alam dan usai itu akan pergi lagi karena daerah ini belum memiliki penginapan.

“Untuk penginapan ini kita juga butuh investor yang mau membangun perhotelan,” kata Irfendi.

Tak kalah menariknya, lanjut  Irfendi, Limapuluh Kota juga mempunyai potensi pertambangan seperti emas. Bahkan pada zaman Belanda di daerah ini telah dibangun lapangan terbang dan rel kereta api yang diduga ada hubungan kuat dengan tambang emas Manggani Kecamatan Gunuang Omeh yang ditambang Belanda tempo lalu.

Sedangkan di bidang pertanian, daerah ini juga dikenal sebagai penghasil gambir terbesar di dunia. Hanya saja produk itu baru dijual dalam bentuk mentah dan belum tersentuh teknologi pengolahan yang bisa meningkatkan pendapatan petaninya.

“Buat mengolah potensi gambir ini kami juga mengharapkan pemodal ,” ujar Irfendi.

Terkait dengan berbagai potensi itu, Irfendi berharap kegiatan AITIS benar-benar menjadi ajang promosi  terutama untuk berbagai potensi yang belum tergarap secara optimal.

“Kita ingin pada kegiatan AITIS tahun ini bisa menemukan investor yang betul-betul serius untuk membangun berbagai potensi tersebut. Karenanya, dalam pameran itu kita harus bisa mempromosikan seluruh potensi daerah tersebut. Kita akan menjamin untuk memberi kemudahan bagi nvestor,” ujar Irfendi .

Sementara itu Mendagri Tjahjo Kumolo di hadapan Irfendi senada berharap kegiatan AITIS menjadi ajang promosi berbagai produk daerah dan menemukan investor bagi masing-masing daerah tersebut.

“Kita berharap pameran berbagao produk daerah dalam kegiatan AITIS ini daerah mampu menarik minat investor,” simpul Mendagri di hadapan Irfendi saat meninjau stand tersebut.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*