Buronan Kejari Sejak 5 Tahun, Aldo Dibekuk Kajagung

Terpidana kasus korupsi yang sempat buron, ditangkap Tim MC Kejagung di Cimahi BandungPadangpanjang, Padangtoday–Setelah sempat lima tahun menjadi buronan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Padangpanjang, terpidana “M” alias Aldo, 43, warga Kampung Manggis Kota Padangpanjang,  terkait kasus tindak pinada korupsi Pengadaan Peralatan SAR Dinas Sosnaker setempat tahun 2009 lalu, ditangkap Tim Monitoring Center (MC) Kejaksaan Agung di Cimahi, Kabupaten Bandung Jawab Barat.

Advertisements

 

Kejaksaan Negeri Kota Padangpanjang yang mendapat informasi tentang penangkapan terpidana kasus korupsi Pengadaan Peralatan SAR di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padangpanjang, langsung melakukan penjemputan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tempat penitipan terpidana.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padangpanjang melalui Kasi Intel Andrie Purnama, Senin (8/2) kemarin siang menyampaikan, terpidana kasus korupsi sesuai Keputusan Mahkamah Agung pada November 2009 silam, yang telah divonis hukuman penjara dengan 1 tahun 8 bulan penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp.75.220.535 subsider lima bulan penjara, telah berada di Padangpanjang.

 

“Proses pencarian terpidana berlangsung selama dua bulan, kerjasama antara Kejari Padangpanjang dengan MC Kejagung, setelah memastikan keberadaan dan lokasi terpidana. Tim MC langsung melakukan penangkapan dan terpidana dititipkan di tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Seatan, kita menjemput terpidana Kamis kemarin dan saat ini dia sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan Kota Padangpanjang,” Sebut Andrie.

 

Dikatakannya, keberadaan terpidana diketahui setelah nomor yang digunakan terpidana terdeteksi di wilayah Cimahi dan Bandung. Setelah dua bulan dilakukan pengintaian, barulah Rabu (3/2) lalu dilakukan penangkapan di kediaman terpidana di daerah Cimahi Kabupaten Bandung.

 

“Sewaktu penangkapan, terpidana tidak melakukan perlawanan dan Tim MC Kejagung juga langsung membawa ke Jakarta Selatan. Kita hanya melakukan penjemputan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan didampingi personil Polres Padangpanjang,” sebut Andri.

 

Untuk proses penahanan terpidana, lanjut Andrie, langsung diserahkan ke Rumah Tanahan (Rutan) Kelas II B Padangpanjang untuk menjalani proses hukuman sesuai dengan putusan MA.

 

Sebelumnya, salah seorang terpidana kasus korupsi pengadaan peralatan SAR di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padangpanjang dengan inisial “M” melarikan diri saat proses penyelidikan kasus tersebut masih ditangani Kejari Kota Padangpanjang.

 

Meskipun penanganan kasus korupsi tersebut telah ada keputusan dari Mahkamah Agung dan tiga orang yang terkait kasus korupsi di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padangpanjang telah selesai menjalani hukuman. Tetapi, Kejaksaan Negeri Padangpanjang tetap melakukan pencarian terhadap terpidana berinisial “M” yang menghilang sejak kasus tersebut mulai terkuak.

 

“Meski cukup lama menghilang setelah putusan pengadilan terkait tindak pidana korupsi di instansi terkait, namun pihak Kejari tetap memburu keberadaan salah satu terpidana ini. Berkat koordinasi lintas instansi, yang bersangkutan berhasil diringkus untuk kemudian menjalani hukuman,” pungkas Andrie. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*