Cabuli Lima Anak, Tukang Ojek Divonis 6 Tahun Penjara

Tanah Datar, Padang-today.com-

Advertisements

NAS (19) namanya, yang  melakukan perbuatan bejat terhadap lima orang anak di vonis 6 tahun penjara dan denda Rp60 juta oleh hakim dalam sidang di pengadilan negeri Tanah Datar, Selasa.

NAS dihukum, karna terbukti berbuat cabul terhadap murid SD yang dilakukannya di daerah Simabur Tanah Datar beberap waktu lalu.

Dalam sidang yang dipimpin Majlis Hakim Hasnul Fuad dengan Anggota Amir El hafid dan Rofi Heryanto, NAS melanggar pasal 81 jo pasal 82 Undang-undang nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.

Ketua Pengadilan Negeri Batusangar Riska Widiana didampingi humas Hasnul Fuad menyatakan, vonis tersebut sama dengan tuntut oleh JPU Reflen.

“Terdakwa diringankan karena mengakui dan menyesali perbuatannya serta belum pernah dihukum,sementera itu yang memberatkan terdakwa karena perbuatan terdakwa merusak dan meresahkan serta tidak sesuai dengan norma-norma agama,” sebut Hasnul Fuad .

Seperti yang diberitakan oleh padangtoday.com sebelumnya tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umum dibekuk Sat Reskrim Polres Tanah Datar, pelaku dalam aksinya melakukan pencabulan sesama jenis pada empat orang anak yang masih murid Sekolah Dasar (SD) di tempat pemandian.

Tersangka yang bekerja sebagai tukang ojek itu, merupakan warga Jorong Tanjung Limau, Nagari Simabur Kecamatan Pariangan Tanah Datar, ia diamankan Polisi atas laporan keluarga korban pada Jumat tanggal 3 April lalu dan pelaku ditangkap esok harinya, Sabtu (4/4) sekitar pukul 18.00 WIB.

Diantara anak yang menjadi korban pelaku ialah, FD (10) ZK (10), AD (10) dan HB (10) keempat korban merupakan warga Nagari Simabur.

Kapolres Tanah Datar, AKBP Nina Febri Linda melalui Kasat Reskrim AKP Wahyudi kepada media mengatakan, telah melakukan penangkapan atas tersangka tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur, pelaku telah ditahan untuk diproses lebih lanjut. “Kasus ini akan kita kembangkan lagi, kemungkinan masih  terdapat korban lainnya. Pada empat orang korbannya itu, pelaku telah melakukan perbuatannya dengan berulang kali, waktu itu ia melakukannya di tempat pemandian, pelaku menyekap korbannya dari belakang dan membawa ke ruangan yang ada di dekat tempat pemandian tersebut, lalu tersangka melakukan pencabulannya dengan biasa di sebut Sodomi,”katanya.(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*