Catatan dari Kongres Lemkari XIV, Menteri Yuddy Ketum Pengurus Besar

Oleh: Agusmardi

Advertisements
Agusmardi dan Ketua Lemkari Sumbar Firdaus Ilyas

Agusmardi dan Ketua Lemkari Sumbar Firdaus Ilyas

Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) melaksanakan Kongres ke-14 Discovery Hotel and Convention Ancol, Jakarta, Sabtu hingga Minggu (20-21/2). Acara yang dibuka oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman dihadiri 32 utusan Pengda Lemkari se Indonesia. Dari Sumatera Barat datang 8 orang peserta yakni pembina Lemkari Pengda Sumbar, Leonardy Harmainy dan Syahrial Bakhtiar  Firdaus Ilyas (ketua), Ferry Suardi (Komtek) serta beberapa pengurus lainya, Agusmardi, Yulman (Sekum), Nazar Efendi dan Hariwardana.

Pada pembukaan kongres, Lemkari berdiri sejak 13 September 1972 di Pandan Jawa Timur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi memberikan sambutan dan dibuka oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman.

Pada pembukaan Sabtu (20/2) pagi itu diawali laporan ketua Panpel Kongres Lemkari ke-14, Iklas Bahar, sambutan Yuddy Crisnandi selaku Penanggungjawab Kongres dan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. Kongres Lemkari ke-XIV yang bertemakan “Bersatu Kembalikan Kejayaan Lemkari” juga dihadiri Founder Lemkari Anton Lesiangi, dan sesepuh Agustar Idris dan dewan guru Harried Taning.

Yuddy Crisnandi yang secara resmi memimpin Pengurus Besar Lemkari periode 2016-2020. Ini berdasarkan rapat pleno dalam Kongres Lemkari ke XIV yang dihadiri para pengurus Lemkari di 32 Provinsi.

Yuddy Chrisnandi mengaku siap dengan amanah yang diberikan para pengurus Lemkari. Ia menerima amanah ini dan akan mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan para pengurus Lemkari di pusat dan daerah.

Yuddy menegaskan, Lemkari memiliki tiga prioritas dan arahan strategis yang akan mendasari program dan aktivitas organisasi ke depan. Ketiga prioritas dan arahan strategis tersebut adalah pengembangan kapasitas organisasi, pencapaian prestasi, serta hubungan dan layanan anggota. Untuk merealisasikannya, dibutuhkan strategi penguatan yang akan mendukung efektivitas pekerjaan yang dilaksanakan.

Pada kepemimpinannya, ia akan berupaya menerapkan prinsip-prinsip manajemen baru Lemkari yaitu modern, pengembangan kualitas sumber daya manusia organisasi, penerapan teknologi informasi dan komunikasi terbaru secara tepat dan bijak, serta perbaikan dan pengembangan organisasi secara berkesinambungan.

Dia menyampaikan rencananya segera membuat peta jalan untuk mencapai puncak prestasi. Dia juga akan memperbaiki sistem manajemen yang lebih terbuka dan modern.

PB Lemkari kedepan berusaha untuk bisa miliki sekretariat tetap, dan dalam hal keuangan, setelah kongres saya meyakini bahwa keuangan kita tidak akan sampai nol. Ia janjikan sekurang-kurangnya memiliki uang kas Rp 200 juta.

Dalam kongres selain memilih Ketua Umum PB LEMKARI dan Revisi AD/Art, seluruh utusan Pengda Lemkari se-Indonesia menumpahkan pemikiranya untuk mengembalikan kejayaan Lemkari. Setelah merevisi AD/ART LEMKARI untuk mereformasi jalannya organisasi ditubuh perguruan karate yang beraliran Shotakan ini serta menyepakati kesepahaman pembinaan atlet karate Lemkari yang berindukan ke FORKI sebagai saranah pembinaan olahraga prestasi.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*