Cavaliers Tembus Semifinal Kompetensi NBA

"Forward" Cleveland Cavaliers, LeBron James (23), menyarangkan bola ketika melawan Atlanta Hawks pada Rabu (20/5) di Atlanta.

“Forward” Cleveland Cavaliers, LeBron James (23), menyarangkan bola ketika melawan Atlanta Hawks pada Rabu (20/5) di Atlanta.

Advertisements

Atlanta, PADANGTODAY.COM-Tim tamu Cleveland Cavaliers menaklukkan tuan rumah Atlanta Hawks 97-89 dalam partai pertandingan pertama final Wilayah Timur liga basket Amerika Serikat, NBA, Rabu (20/5). Malam itu, bintang baru Cavaliers, LeBron James, dan pemain cadangan JR Smith menjadi pahlawan kubunya.

James (30) adalah pemain yang menjadi langganan memenangi berbagai predikat terbaik di NBA. Tahun lalu dia membawa Miami Heat ke final. Musim ini Cavaliers meminangnya.

Tahun ini pula Cavaliers menembus final wilayah atau semifinal dalam keseluruhan rangkaian kompetisi NBA. Padahal, tahun lalu klub tersebut lolos ke play off atau delapan besar wilayah pun tidak.

Kompetisi bola basket NBA terbagi dalam tiga babak permainan. Pertama berupa kompetisi penuh dengan seluruh klub saling bertemu dengan jumlah duel yang telah ditentukan. Kedua, delapan tim berperingkat teratas dari setiap wilayah (Barat dan Timur) berhak melaju ke babak sistem gugur yang dimulai dari perempat final wilayah.

Di babak sistem gugur inilah diberlakukan format empat partai kemenangan sebagai syarat sebuah tim dinyatakan menang dan lolos ke putaran berikut. Babak permainan terakhir dalam NBA adalah final akbar, yaitu tim pemenang Wilayah Timur akan berhadapan dengan pemenang Wilayah Barat untuk menentukan juara NBA.

Tahun ini, final Wilayah Barat mempertemukan Houston Rockets dan Golden State Warriors, dua tim yang sama-sama kandas di perempat final wilayah tahun lalu. Kenyataannya, keempat finalis wilayah tahun ini adalah tim yang tidak mengilap tahun lalu. Hawks juga sudah kandas di perempat final Wilayah Timur tahun silam, sementara Cavaliers menembus babak delapan besar wilayah pun tidak.

Kemarin malam, James yang empat kali dinobatkan sebagai pemain terbaik NBA mencetak 31 poin, hampir sepertiga dari total perolehan klubnya. Dia juga delapan kali mementahkan peluang lawan dalam mencetak angka dengan mengamankan bola pantul (rebound) serta enam kali membuat umpan matang yang dieksekusi oleh rekan menjadi angka atau assist.

Melengkapi keperkasaan James, Smith mencetak rekor tembakan tiga angka dalam klubnya dengan delapan kali memasukkan bola dari luar garis lengkung pertahanan lawan. Dia juga menjadi satu-satunya pemain cadangan Cavaliers yang mencetak angka dengan total perolehan malam itu, 28 poin.

“Saya hanya berupaya menembak dengan baik. Sejak awal saya sudah mendapatkan ritme yang saya inginkan dan mempertahankan keagresifan saya,” kata Smith. Tembakan tiga angkanya memang menonjol, antara lain dengan tiga kali bidikan masuk dalam dua menit pertama kuarter keempat.

Berkat berondongan jarak jauhnya itu, Cavaliers di awal kuarter keempat bisa memimpin permainan hingga 18 poin. “Siapa saja yang mengenal JR Smith tahu, jika dia sudah ‘panas’, dia akan membuat lawan kebakaran,” kata pelatih Cavaliers David Blatt.

Menurut Blatt, lesakkan poin dari James dan Smith amat membantu timnya memenangi duel perdana final Wilayah Barat. Namun, kunci kesuksesan malam itu adalah keberhasilan para pemain Cavaliers dalam bertahan.

“Kami adalah tim bertahan terbaik di babak play off ini. Dalam mengejar kemenangan, hal utama yang harus kami lakukan adalah mengamankan pertahanan,” kata James. Bagi dia, ini adalah final Wilayah Timur kelima beruntun setelah sebelumnya membawa Heat ke final wilayah dalam empat musim.

Untuk memperkuat argumentasinya, James merujuk pada keberhasilan Cavaliers dalam membobol keranjang lawan yang hanya 44 persen dari total usaha. Namun, serangan yang kurang efisien itu ditutupi oleh pertahanan ketat yang membuat lawan juga tidak bisa pesta poin.

Di kubu lawan, Jeff Teague menjadi pencetak angka paling subur dengan 27 poin. Malam itu, Hawks juga bernasib malang. Forward utamanya, DeMarre Carroll, cedera kaki kiri pada kuarter keempat.

Cedera itu diawali saat Carroll hendak membidik keranjang lawan. Namun, kuda-kuda kakinya tidak sempurna sehingga dia tiba-tiba rebah di lantai lapangan dengan kesakitan. James yang saat itu langsung menghadapi Carroll menjadi yang pertama membantu pemain tersebut. “Bagaimanapun kami semua bersaudara dan tidak ada seorang pemain pun yang ingin cedera,” kata James.

Pelatih Hawks Mike Budenholzer mengatakan, keseriusan cedera Carroll baru akan diketahui Kamis waktu setempat lewat pemindaian citra resonansi magnetis (MRI). “Kita baru akan tahu besok,” katanya.

(ap/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*