Cengahan HPR, Distan Tertibkan Anjing Liar

Padangpanjang, Padangtoday—Terletak sebagai daerah persimpangan, Kota Padangpanjang sangat berpotensi terhadap hewan penular rabies (HPR). Menyikapi hal ini, Dinas Pertanian (Distan) setempat melakukan penertiban dengan menangkap belasan ekor anjing liar selama sehari penuh, Senin (25/1) kemarin.

Advertisements

Kepala Distan Padangpanjang, Candra mengatakan penertiban anjing liar tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 14 tahun 2011 dan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pengendalian rabies.

Saat ini dikatakannya, melalui aturan tersebut jajarannya di Bidang Peternakan selain memberikan sosialisasi juga melakukan penangkapan terhadap hewan paiaraan yang dilepas liar oleh pemiliknya. Khususnya anjing, diketahui sangat membahayakan masyarakat sebagai salah satu hewan penyebar penyakit rabies.

“Penertiban dilakukan dengan cara menurunkan tim khusus dari bidang terkait untuk menangkap dan mengkarantinakan hewan anjing tersebut. Kami akan mengkarantinakan anjing yang ditangkap dalam penertiban selama 3×24 jam, guna memberikan kesempatan bagi pemilik jika masih ingin memelihara anjing tersebut,” tutur Candra didampingi Kasi Sarana Prasarana Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Wahiddin.

Wahiddin menambahkan, dalam upaya mencegah dan menanggulangi risiko rabies di daerah berhawa sejuk itu tidak hanya melalui penertiban anjing liar saja. Namun di tahun ini, Bidan terkait merangkul seluruh elemen masyarakat dan komunitas peburu terkait kesadaran akan risiko penyakit rabies. Pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap ormas, sekolah dan puskesmas.

Target utama selain penertiban terhadap anjing yang berkeliaran bebas, Wahid mengatakan juga memberikan efek edukasi terhadap lingkungan. Khususnya bagi masyarakat pemilik hewan piaraan, bahwa vaksinasi dan pengandangan hewan sangat penting guna mengantisipasi merebaknya penyakit rabies.

“Sengaja kami melakukan pencegahan dan penanggulangan rabies ini melalui penangkapan anjing di siang hari dan tanpa menggunakan racun yang dikenal dengan istilah eliminasi. Anjing kita tangkap di depan mata masyarakat, kemudian disampaikan alasan kenapa hal itu dilakukan. Sehingga masyarakat mendapat pengetahuan akan risiko rabies yang berpotensi menyerang warga di lingkungan setempat,” terang Wahiddinsaat rehat pada razia penertiban anjing liarketika itu.

Di sisi lain, Wahiddin mengaku sangat bangga dengan tingginya atensi masyarakat dan komunitas peburu terhadap risiko rabies melalui hewan peliharaan. “Setidaknya saat ini telah mencapai angka 90 persen anjing mereka telah divaksinasi. Vaksinisasi sesuai agenda kita akan dilakukan setiap Maret, namun di luar itu pemilik bisa membawa ke puskeswan atau menghubungi petugas terkait untuk didatangi ke rumah mereka,” pungkas Wahiddin. (nto)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*