Ciptakan SDM Pemerintahan Nagari Handal Pemkab Padang Pariaman Kembali Gandeng Tamansiswa

ali-mukhni-2

Advertisements

Padangpariama, PADANGTODAY.com-Ketika implementasi UU No. 6 diterapkan murni, maka akan bererdar uang sebanyak Rp201 miliar di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Uang itu dikelalo walinagari bersama perangkat yang biasanya melakukan pengelolaan keuangan Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN), hanya sebesar Rp150 juta sampai Rp300 juta. Di masa depan, akan ditambah dengan ketentuan dasar pengeloaan subsidi dana 10 persen dana PAD. Ditengarai, satu nagari akan mengelola keuangan cukup besar.

Irwandi Sulin, salah seorang tokoh masyarakat Lubuk Alung menilai, desas-desus kedepan ada nagari yang akan mengelola keuangan yang cukup besar. Jika dana ini tidak dikelola dengan sistem yang jelas, akan menjadi masalah besar juga bagi nagari, perangkat pengelola dan pemerintah sendiri. Penentuan sikap bagaimana sistem keuangan seharusnya mesti dipahamai juga oleh Bamus, sebagai mitra dan lembaga pemerintahan nagari, karena akan dapat berakibat panjang.

“Kembali kepada pemahaman kecintaan Ali Muhkni kepada Padang Pariaman. Hemat saya, selalu dimulai dengan jangkauan berfikir beliau kemasa depan. Tahun lalu juga ada upaya Ali Mukhni untuk mengembalikan Padang Pariaman sebagai sentral peternakan masa depan. Di daerah ini, terdapat tiga industri hatchery (penetasan ayam) berskala besar, puluhan usaha plasma inti pemeliharaan ayam potong, dan ayam petelur,” ujarnya pada Singgalang.

Di tambah dengan masa lalu, lanjutnya, zaman Bupati Anas Malik Padang Pariaman pernah menjadi sentra sapi potong yang dikenal dengan program; sapi di bawah pohon kelapa. “Kita pernah menjadi sentra ayam produksi kampung. Maka demi menjaga ketahanan pangan masa depan dan upaya menciptakan tenaga terdidik, terlatih di sektor peternakan, Ali Mukhni berfikir untuk menyiapkan tenaga tersebut,” kata dia.

Dia melihat, upaya yang di bangun dengan konsep biaya bersama dengan Baznas Padang Pariaman, melahirkan sistem pendidikan berbasis pembiayaan bersama bagi anak nagari. Program yang dilahirkan tahun lalu bagi 60 anak nagari tahap pertama, telah terlaksana dengan jumlah 30 orang siswa, dan dilanjutkan pada periode pendidikan tahun 2015/2016 ini sebanyak 30 orang calon mahasiswa lagi.

Di Padang Pariaman, ujar Irwandi Sulin yang dosen Universitas Tamansiswa Padang ini, pendidikan terlaksana dengan pengiriman mahasiswa utusan nagari, dengan pembiayaan semester masing-masing di tanggung Pemkab, melalui DAUN 2 semester, Baznas Padang Pariaman selama 2 semester, mahasiswa sendiri selama 2 semester, dan Universitas Tamansiswa 2 semester. “Sikap memberdayakan masyarakat dengan upaya mencarikan sumber dana pendidikan, juga beranjak dari kemauan seorang Ali Mukhni, yang didukung oleh kajian dari stafnya di pemerintahan.

“Sungguh, Bupati Ali Muhkni berfikir masa depan. Dia mungkin berfikir; ini yang saya perbuat. Semoga di hari nanti orang akan menilai, bahwa keberhasilan masa depan Padang Pariaman telah dipersiapan lebih awal. Apapun yang terfikir oleh Ali Mukhni, adalah sikap positif yang akan membawa Padang Pariaman kearah yang lebih baik. Hasilnya bukan hari ini, tapi nanti,” sebutnya.

“Barangkali sikap dan sosok Ali Muhkni masih kita perlukan. Bukan saja bagi peningkatan SDM, tetapi banyak kerangka berfikirnya yang sedang dalam pelaksanaan, dan masih memerlukan kesediaannya untuk memimpin kembali guna menyukseskan pelaksanaannya. Semoga kesediaan Ali Mukhni maju periode ke-2 ini, dapat kita dukung secara bersama, sehingga bingkai pembangunan ini dapat menjadi potret diri Padang Pariaman masa depan,” harapnya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*