Coklit Dari Rumah Anggota DPRD Hingga Camat

Padang-today.com – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang menyasar semua rumah warga saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Advertisements

“Proses coklit yang benar adalah dilakukan dengan mendatangi dari rumah ke rumah (door to door),”kata Bas Ketua PPK Kecamatan Lubuk Begalung Padang.

Ia menjelaskan, kami turun bersama-sama PPS untuk melakukan pencocokan data pemilih dengan mendatangi rumah warga.

“Hal ini dilakukan untuk melihat kesesuaian antara daftar nama pemilih dengan para pemilihnya,”ungkapnya.

Saat mendatangi rumah warga, petugas ada bertemu dengan anggota DPRD hingga camat di lingkungan Pemkot Padang.

Petugas meminta elektronik Kartu Tanda Penduduk serta Kartu Keluarga  dimiliki warga.”Kita mencocokan data dimilik warga dengan data yang ada di petugas,”imbuh bas.

Sementara itu Johnar PPS Kelurahan Cengkeh menyatakan,sekarang ini seluruh petugas turun kelapangan mendatangi rumah warga.

“Mekanisme coklit yang dilakukan petugas dengan mendatangi dari satu rumah ke rumah penduduk lainnya. Petugas akan mendatangi setiap rumah,”katanya.

Ia menjelaskan untuk Kelurahan Cengkeh data pemilih yakni laki-laki sebanyak 1.404 orang,perempuan sebanayak 1.486 orang.

“Data tersebut diperoleh dari model AKWK diberikan oleh KPU pada petugas,”ungkapnya.

Sementara itu Riki Eka Putra menyatakan, sistem kerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dengan cara “door to door” atau mendatangi rumah penduduk.

“PPDP akan mendatangi rumah rumah penduduk untuk melakukan pengecekan dan pencocokan. Apakah memang benar nama-nama penduduk tersebut masih layak atau masih terdaftar sebagai pemilih atau tidak. Karena bisa jadi warga tersebut sudah berpindah domisili atau meninggal,”katanya.

Ia menjelaskan,validitas data pemilih tergantung pada seberapa baik PPDP melakukan coklit.

“Kita berharap PPDP memang benar-benar melakukan kunjungan dari rumah ke rumah dan memastikan apakah orang-orang yang masuk dalam daftar pemilih tersebut benar-benar terdaftar,”imbuhnya.

Tempat terpisah Divisi Program dan Data KPU Padang, Yusrin menyatakan, mulai Sabtu (20/1), sebanyak 1.704 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan bekerja mendata 634.197 warga Padang yang tercatat dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4).

“Pada tanggal 20 Januari itu, kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) DP4 ini akan digelar serentak secara nasional,”katanya.

Ia menjelaskan, sesuai data yang diterima KPU dan Kemendagri, jumlah daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) Kota Padang sebanyak 634.197 pemilih.

Dari jumlah DP4 sebanyak itu pemilih laki-laki sebanyak 314.497 orang dan perempuang 319.700 pemilih.

“Kemudian jumlah pemilih pemula sebanyak 40.963 orang, yaitu laki-laki 21.087 pemilih dan perempuan 19.876 pemilih. Sedangkan yang berumur di bawang 17 tahun namun sudah menikah hanya dua pemilih,”jelasnya.

Coklit ini untuk menyusun dan memperbaiki daftar pemilih, lanjut Yusrin agar mendapatkan data yang akurat pada pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Padang yang akan dilaksanakan pencoblosannya pada Rabu, 27 Juni 2018.

“Data yang di-coklit selama kurang lebih dari satu bulan itu, tidak hanya digunakan untuk Pilwako Padang, namun juga jadi dasar untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu Legislatif dan Presiden 2019,”ungkapnya.

Yusrin berharap, partisipasi partai politik serta seluruh elemen masyarakat, ikut mengawal proses Coklit ini berjalan sesuai ketentuan. “Sehingga, data pemilih jadi akurat sekaligus sosialisasi pemilihan kepala daerah jadi tepat sasaran,” terang Yusrin.(*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*