Daging Impor Siap Masuk Sumbar Bila Harga Daging Lokal Masih Tinggi

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Walikota Riza Falepi dan Bupati Ifendi Arbi melihat seeokar simental yang akan dikembangkan lewat program Tri Arga Model, kepada petani Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Walikota Riza Falepi dan Bupati Ifendi Arbi melihat seeokar simental yang akan dikembangkan lewat program Tri Arga Model, kepada petani Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Advertisements

Padang, PADANG-TODAY.com-Menyikapi harga daging di Sumatera Barat yang tidak kunjung turun, dalam waktu dekat daging impor beku dengan harga 80 ribu rupiah dipastikan didatangkan untuk menekan harga daging lokal supaya bergerak ke harga semula. Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Sumatera Barat Benhur Ngkaimi mengatakan, daging beku yang diimpor dari Austrlia akan dijual ke Sumatera Barat melalui metode operasi pasar.

Saat ini daging tersebut masih dalam pengiriman. Akan tetapi Benhur tidak memastikan berapa jumlah daging impor yang didatangkan.

“Kalau jumlah sesuai permintaan dari kita. Kita masih menunggu kapan pastinya datang,” ungkapnya pada Rabu (15/6).

Namun sebelum daging beku sampai, jelas Benhur, Bulog melakukan operasi pasar terlebih dahulu menggunakan daging lokal yang telah dibeli dari peternak. Harga operasi pasar untuk daging lokal dibanderol 90 ribu hingga 95 ribu rupiah. Diterangkannya, lokasi operasi pasar tidak menetap, yakni mengikuti kegiatan pasar murah yang digelar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ataupun Pemerintah Kota Padang.

“Kita operasi pasar mulai Rabu 15 Juni 2016, menjual daging lokal. Untuk daging impor kita sebenarnya masih menimbang, karena akan mempengaruhi ketahanan peternak lokal. Kalau harga tinggi mereka dapat untung, sebaliknya jika daging impor masuk mereka akan terpukul memperoleh untung yang sedikit,” terangnya.

Benhur menambahkan, sebenarnya harga daging sapi di Sumatera Barat yang saat ini mencapai 120 ribu  rupiah masih dalam kategori wajar, karena terjangkau oleh masyarakat. Akan tetapi pemerintah Presiden Joko Widodo menginginkan harga di kisaran 80 ribu rupiah, sehingga metode operasi pasar pun diambil.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengaku dilema dengan adanya impor. Akan tetapi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, pihaknya tetap akan mengikuti kebijakan operasi pasar daging impor. Sebagai langkah menjaga agar peternak tidak merugi, Irwan menegaskan, ketika daging impor masuk, seluruh kelompok peternak diimbau untuk tidak menjual sapinya hingga harga berhasil distabilkan oleh daging beku.

“Harga mahal peternak untung, tapi konsumen yang keberatan. Tapi kalau impor dalam jumlah besar masuk, harga jatuh, peternak yang rugi. Mereka susah payah melakukan penggemukan, ketika dijual hanya murah. Kalau daging impor banyak masuk, saya akan hubungi penduduk yang memiliki ternak sapi agar tidak menjualnya supaya harga stabil,” pungkas Irwan Prayitno.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*