Dampak Perekonomian di Ibu Kota Baru

Advertisements

Padang-today.com__Semenjak berpisahnya Daerah Kepulawan Mentawai dan Kota Pariaman dari Kabupaten Padang Pariaman secara administrasi otomatis Pusat Ibu Kota Kabupaten (IKK) harus pindah ke daerah induk, maka disepekatilah oleh masyarakat Padang Pariaman pada tahun 2008 pusat IKK dipindahkan ke Nagari Parit Malintang. Dan keputusan bersama masyarakat tersebut ditindak lanjuti dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 Tahun 2008 yang memperkuat yuridis formal IKK tersebut sah di Parit Malintang.

Lahirnya PP No. 79 Tahun 2008 itu dikeluarkan sampai saat ini sebahagian besar kegiatan Pemerintahan Daerah sudah berjalan di Parit Malintang, hal ini ditandai dengan telah berdirinya Gedung Kantor Bupati, sehingga masyarakat Padang Pariaman yang akan berhubungan dengan Kepala Daerah, beberapa Dinas, Bandan dan Kantor sudah bisa dilayani di Ibu Kota Kabupaten yang baru tersebut.

Addrianto Shodiq (65) salah satu perantau warga Parit Malintang di Jakarta, mengatakan, salah satu cara efektif untuk mendorong munculnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah itu ialah dengan memindahkan ibu kota dari Kota Pariaman ke Nagari Parit Malintang.

Dengan hadirnya ibu kota baru, akan tumbuh kembanganya perekonomian masyarakat Nagari Parit Malintang khususnya, dan masyarakat Padang Pariaman pada umumnya. Hadirnya ibu kota baru itu di Parit malintang membuat masyarakat yang berdiam di lingkungan ibu kota tersebut menemukan nilai ekonomi tersendiri.

Secara makro, pembangunan pusat ibu kota Padang Pariaman di Kenagarian Parit Malintang akan mendominasi pertumbuhan ekonomi di daerah itu. Menurutnya, Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota/daerah selalu diiringi dengan dinamika perkembangan masyarakatnya yang dapat dilihat dari perkembangan kegiatan masyarakatnya.

Konsekuensi dari perkembangan tersebut akan memberikan dampak terhadap perkembangan dibidang lainnya antara lain perkembangan dibidang ekonomi, transportasi dan perkembangan fisik dari kota/daerah itu sendiri.

Sebut saja, Nurhalinah (57) salah satu warga yang berdomisili di lingkungan ibu kota di daerah itu mengatakan, Sepuluh tahun sudah pembanguna ibu kota di Parit Malintang, secara perlahan-lahan pertumbuhan ekonomi masyarakat disekitar lokasi pembangunan itu membai.

Katanya, lingkungan kawasan Ibu Kota Padang Pariaman merupakan bagian wilayah Kenagarian Parit Malintang, dengan luas pembanguan perkantoran terletak disatu titik kordinat luas 100 hektar dari Gedung Kantor Bupati sekarang mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat di daerah itu.

“Semenjak dibangunnya ibu kota itu, nilai tanah saya melonjak tinggi ditawar oleh investor dari luar daerah lain, untuk sebuah bangunan komersil,” kata dia.

Selain itu, ifrastruktur di kenagarian itu semangkin meningkat. Sehingga warga yang membawa hasil panen ke suatu daerah ke daerah lainya sudah lancar. “Sebelumnya para petani disekitar nagari Parit Malintang ini cukup sulit untuk membawa hasil panennya ke daerah lain untuk di jual,” kata dia.

Tapi dilihat dari kebijakan Kepala Daerah masih membingungkan warga di sekitar ibu kota itu. Kenapa tidak, wajah Ibu Kota Kabupaten kedepan itu seperti apa?, karena Bukti pembangunan perkantoran terletak disatu titik kordinat luas 100 hektar dari Gedung Kantor Bupati sekarang.

Setelah itu tidak adanya kebijakan untuk mendirikan bangunan perkantoran SKPD yang akan berdampak langsung secara ekonomi dan secara umum baik materil dan non materil diterhadap penduduk setempat (Anak Nagari Parit Malintang).

Menurutnya, IKK Parit Malintang merupakan pusat pemerintah yang 100 tahun kedepan harus menjadi kebanggaan daerah Padang Pariaman, jika saat ini mendudukan regulasinya tidak tepat maka kebaradaan IKK hanya sebatas pusat pelayanan administrasi pemerintah yang tidak memberikan efek positif terhadap masyarakat, daerah secara keseluruhan.

Jika kondisi tersebut terjadi betapa ruginya masyarakat Parit Malintang yang sudah memberikan tanahnya untuk dikembangkan menjadi IKK. Ia berharap, kepada seluruh pemangku kepentingan di Padang Pariaman mari mencoba memberikan kontribusi dalam bentuk investasi nyata agar terciptanya Parit Malintang dengan pusat peradaban baru Padang Pariaman yang bisa dimanfaatkan anak cucu nantinya. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*