DBD Serang Payakumbuh, Harus Diatasi dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Nyamuk DBD

Nyamuk DBD

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Januari 2016 saja telah 20 orang terkena DBD di Kota Payakumbuh. Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rasa nyeri yang luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Elzadaswarman SKM MPPM saat dihubungi sedang menghadiri Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Barat, dikonfirmasi, menjawab memang catatan kasus DBD di Payakumbuh sedang meninggi jumlahnya.

”Januari 2016 ini saja, jumlah penderita DBD yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di Payakumbuh terdapat 20 kasus. DBD mengancam saat ini di hampir seluruh daerah di Indonesia. Payakumbuh kini sedang menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM),” demikian penjelasan Kadinas Kesehatan Payakumbuh Elzadaswarman.

Kadinas Kesehatan yang akrab dipanggil ”Pak Zet” ini mengakui memang terjadi peningkatan kasus DBD, tetapi masih dalam kategori terkendali. Efektifnya melawan DBD memang dengan memberantas jentik nyamuk ini.

Sementara itu, ditanyakan tentang kasus virus Zika yang sedang menggegerkan dunia internasional, menurut Pak Zet, belum ada di Payakumbuh, hingga hari ini. Kementrian Kesehatan Indonesia sendiri telah mengeluarkan travel advisory terkait virus Zika yang tengah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa negara.

Warga Indonesia terutama wanita hamil dianjurkan untuk tidak berkunjung ke negara yang sedang terjadi KLB virus Zika. Diantaranya: Brazil, Colombia, El Savador, Panama, Meksiko, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Haiti, US Virgin Islands, The Dominican Republic, Ecuador, Guadalope,Thailand dan Venezuala. Bagi yang baru kembali dari negara yang sedang mengalami KLB virus zika diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatan dalam kurun waktu 14 hari setelah tiba di Indonesia.

Januari

Sejak awal Januari, berdasarkan pengakuan Walikota Riza Falepi dan terlihat di aksi lapangan, pihak Dinas Kesehatan sampai ke Puskesmas telah turun ke perumahan-perumahan di Kota Payakumbuh.

Sejak beberapa waktu yang lalu, seluruh perangkat Dinas Kesehatan sampai ke Puskesmas diturunkan melakukan sosialisasi dan pengasapan guna membunuh nyamuk pembawa penyakit ini. Penyakit yang kini menjadi wabah di banyak daerah di Indonesia, DBD kian mengkhawatirkan.

Sebab itu, Kota Payakumbuh pun melakukan perang melawan nyamuk pembawa penyakit dan jentiknya. Sosialisasi hidup bersih pun dilakukan.

”Sudah lebih satu bulan ini, kita lakukan perang terhadap nyamuk dan jentik pembawa penyakit ini,” ujar Walikota H Riza Falepi kepada padang-today.com saat diwawancara di Payakumbuh.

Semua rumah, sejak sebulan lalu telah disweeping. Sweeping atau penggeledahan jentik nyamuk diikuti dengan fogging atau pengasapan, khususnya di lokasi yang ada kejadian pasien yang menderita DBD atau demam dengue.

Nyamuk Aides Agepty, yang membawa penyakit DBD usai menggigit manusia tergolong nyamuk elite. Mereka hidup di dalam rumah, terlindung, tidak mau berhubungan langsung dengan tanah.

Fogging atau pengasapan yang dilakukan di enam titik di Payakumbuh, menandakan bahwa mata rantai nyamuk ini hendak diputus. Pak Zet, mengatakan fogging dengan racun serangga malation dicampur solar hanya membunuh nyamuk dewasa. Tidak jentik.

”Makanya kita lakukan sensus jentik ke rumah-rumah. Jika telah banyak kita lakukan fogging. Fogging ini pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika salah, justru akan menyebabkan imun atau kekebalan pada nyamuk,” ungkap Pak Zet.

Makanya, ucap Kadinas ini, solusi utama itu hanyalah Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membersihkan tempat-tempat ternyaman bagi jentik nyamuk bersarang; bak mandi, tempat minum burung, air tergenang di tengah rumah, di pot bunga, dll.

Februari 14

Sementara itu, Direktur RSUD Adnaan WD dr Hj Merry Yuliesday Mkes mengatakan bahwa Januari 2016 RSUD ini telah merawat sebanyak 32 pasien kasus DBD. Februari ini telah 14 kasus dirawat.

”Sedang dirawat 4 penderita DBD,” ujar Hj Merry.

Jika di Kota Bukittinggi, Padang, Pariaman, dan daerah lain sudah ada pasien yang meninggal dunia, Payakumbuh masih terkendali.

”Itupun harus dibedakan, mana pasien yang positif DBD atau Demam Dengue. Sebab, demam pun menyebabkan trombosit turun,” pungkas Elzadaswarman, sang Kadis Kesehatan.(dsp)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*