Di Duga Pengangkut Kayu Ilegal, Polres Padang Pariaman Berhasil Amankan Satu Mobil Colt Disel

PADANGPARIAMAN, PADANGTODAY.com-Diduga aktivitas pembalakan liar kayu di kawasan hutan lindung Bukit Barisan, Korong Asam Pulau, Kenagarian Anduring, Kecamatan 2×11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman hingga kini masih saja berjalan. Buktinya, Jajaran Polres Padangpariaman berhasil menangkap seorang lelaki berinisial AE (40) warga Kecamatan Batang Anai di jalan raya setempat, Jum’at (17/4) dini hari kemarin.

Advertisements

Tersangka tertangkap tangan petugas lagi membawa kayu tampa dokumen bersama satu unit mobil colt disel BA 9192 JG. Tersangka membawa 5 kubik jenis kayu marantih. Namun, tersangka mengaku hanya membawa kayu tersebut ke Kecamatan Anai. Hingga berita ini diturunkan tersangka telah diamankan dalam ruang tahanan Mapolres Padangpariaman untuk proses selanjutnya. Begitu mobil bersama kayunya.

Kapolres Padangpariaman AKBP Rudy Yulianto SIk dan AKP J Hendro ( Kasat Reskrim ) ketika menjawab pertanyaan Padang-today.com, kemarin, mengakui habis menangkap satu unit truck colt disel BA 9192 JG bermuatan 5 kubik kayu jenis marati bersama supirnya. “Sekarang tersangka AE yang juga supir truck telah kita amankan dalam tahanan polres untuk pengembangan kasus lebih jauhnya,” ungkapnya.
Katanya, tersangka mengakui jika kayu yang dia bawa berasal dari daerah Asam Pulau, Kecamatan 2×11 Kayutanam. Tersangka ditangkap saat membawa kayu jenis meranti menggunakan truck saat melintasi jalan Korong Balah Hilir, Kecamatan Lubuk Alung. Namun, kayu yang dibawa tersangka tidak memiliki Surat Keterangan Hasil Hutan (SKHH) atau dokumen lainnya.

Dikatakan, tersangka ditangkap saat polisi melakukan operasi rutin dalam wilayah hukumnya. Saat itu petugas mencurigai satu unit truck yang melintas di jalan sekitar hutan lindung Korong Asam Pulau. Melihat kondisi demikian petugas mengikuti dan langsung memberhentikan laju truck. Tanpa membuang waktu polisi melakukan pemeriksaan. Saat itulah truck bermuatan lima kubik kayu diketahui tidak memiliki SKHH.

Berdasarkan hal demikian katanya, truck bersama supir dan kayunya langsung digiring ke Mapolres Padangpariaman untuk dilakukan proses lebih jauhnya. Namun, tersangka mengaku hanya membawa kayu saja menuju Kecamatan Batang Anai. “Namun demikian, kita sekarang lagi mengembangan kasusnya lebih jauh, siapa pemilik kayu ini. Sebab, tersangka hanya mengaku sebagai pembawa kayu saja,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, pengembangan dilakukan melalui bukti-bukti dan keterangan dari tersangka. Kasus ini tidak sebatas berhenti pada penangkapan tersangka AE ini saja, tapi akan terus dikembangan ke tingkat pemilik dan pemasok kayu. Akan tetapi, kayu jenis ini dipastikan berasal dari hutan lindung Asam Pulau. Sebab, jenis kayu ini hanya tumbuh di kawasan hutan lindung tersebut.

“Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman berupa kurungan penjaran akibat melanggar pasal 88 ayat 1 huruf a undang-undang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan. Sehubungan dengan tertangkap tersangka ini kita akan terus melakukan operasi rutin. Namun, waktu dilakukan secara mendadak. Kita butuh dukungan semua pihak dalam pelaksanaan operasi rutin ini,” tandasnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*