Di Sela Pembahasan Ranperda, Bupati Ingatkan tentang Bahaya Kabut Asap

BUKA MASA SIDANG KE 3

BUKA MASA SIDANG KE 3

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Pembahasan bersama terhadap beberapa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Limapuluh Kota tentang Administrasi Kependudukan. Di antranya Ranperda tentang Pelayanan Perizinan Terpadu, Ranperda tentang Pemekaran Nagari Maek, Ranperda Rencana Induk Kepariwisataan (Ripka) dan Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016- 2021. Pada masa persidangan lalu telah dibahas, lewat sambutan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi pada Rapat Paripurna DPRD Agenda Pembukaan Masa Sidang Ketiga Periode September-Desember 2016 di Gedung DPRD Sarilamak, Rabu (31/8).

“Selain menuntaskan Pembahasan terhadap beberapa Ranperda yang telah diajukan baik oleh Pemerintah Daerah maupun Ranperda Inisiatif dari Lembaga Legislatif, Ranperda tentang Penanaman Modal dan Ranperda tentang Pasar Tradisional dengan Pengembangan Pelestariannya,” kata Irfendi Arbi.

Dari sana, secara konstitusional beberapa agenda dan kebijakan daerah perlu dilakukan pengkajian dan pembahasan seperti Ranperda tentang Susunan dan Perangkat Pemerintah Daerah, KUA PPAS tahun 2017, Laporan Semester Satu dan Laporan Pronogsisi 6 (enam) bulan berikutnya.

“Kami sangat berharap keseriusan dan perhatian kita semua untuk menuntaskan pembahasan berbagai Rancangan Kebijakan Daerah Kuartal Ketiga ini,” terang Irfendi lagi.

Dari 5 (lima) Ranperda ditambah 2 (dua) Ranperda Inisiatif DPRD, 2 (dua) Ranperda tentang Ranperda Rencana Induk Kepariwisataan (Ripka) dan Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 telah disetujui menjadi Perda.

Pada kesempatan ini sekaligus kami ingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terkait bencana alam dan kebakaran lahan maupun hutan.

“Kita ketahui Kabupaten Limapuluh Kota rawan bencana akibat faktor alam, kami berharap agar Camat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kepala Daerah melalui SKPD terkait,” tambahnya.

Melalui media massa, Irfendi menerangkan  hal itu telah diketahui provinsi yang berbatasan mengalami kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota tidak melakukan aktifitas pembakaran lahan,” kata Irfendi Arbi.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*